Share

Tak Hanya Warga Lokal, Suporter Piala Dunia 2022 di Qatar Juga Tertib Aturan

Dimas Khaidar, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 51 2718248 tak-hanya-warga-lokal-suporter-piala-dunia-2022-di-qatar-juga-tertib-aturan-u7lZL7u9jU.JPG Suporter Piala Dunia 2022 (Foto: Reuters)

AJANG sepakbola terakbar yakni Piala Dunia 2022 tengah bergulir di Qatar. Banyak suporter dari berbagai negara datang langsung mendukung tim kesayangan mereka yang tengah bertanding.

Ya, Piala Dunia 2022 sudah bergulir sejak 20 November 2022. Dijadwalkan, ajang sepakbola empat tahunan itu akan berakhir pada 18 Desember 2022.

Suporter Piala Dunia 2022

Terdapat 32 negara yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. Tentunya, banyak penggemar-penggemar yang berdatangan.

Meski banyak suporter yang ingin menonton pertandingan secara langsung, mereka tetap tertib dan mengikuti aturan-aturan yang diberlakukan di Qatar. Hal itu disampaikan pengamat sepakbola sekaligus jurnalis MNC Portal Indonesia, Abdul Haris.

Ia mengatakan para warga dan suporter sangatlah tertib bahkan tidak ada pihak aparat yang menjaga membawa senjata api.

“Kalau di sini kita bisa lihat sangat tertib sekali. Saya tidak melihat ada polisi berjaga-jaga dengan senjata api bahkan di dalam stadion. Ini agak berbeda dengan pengamanan di Indonesia ya, selalu ada polisi selalu ada senjata, kalau di sini semua senjata tidak ada tapi tertib. Bahkan, di jalan-jalan mereka juga tertib, mobil enggak ada yang berani maju kalau lampu merah, patut kita contoh,” tutur Abdul Haris dalam acara Special Dialogue Okezone.

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan para suporter juga tetap terkendali meski mereka berkerumun. Salah satunya karena adanya cctv dan regulasi yang berjalan.

Suporter Piala Dunia 2022

“Kemudian, warga-warga termasuk suporter di sini sangat patuh sekali meskipun mereka berkerumun, bernyanyi-nyanyi tapi tetap semua terkendali. Sangat tertib sekali, karena di sini banyak cctv dan regulasinya betul-betul berjalan. Kalau kita parkir sembarangan, itu ada tilang lewat aplikasi. Walaupun tak ada polisi, bahkan malam hari kalau jalanan sepi, lampu merah mereka tetap berhenti karena ada cctv,” lanjutnya.

Abdul Haris turut mengatakan jarak dari satu tempat ke tempat lain terbilang jauh. Karena itu, ia setiap hari hampir menempuh perjalanan dengan jalanan kaki sekira 7-15 kilometer.

“Kalau di sini spacenya sangat lebar-lebar, artinya jalan dari satu tempat ke tempat lain jauh sekali. Jadi saya di sini setiap hari minimal harus berjalan kaki 7-15 kilo meter untuk liputan. Memang ada Metro (Kereta Cepat) tapi keseluruhannya dari Metro turun jalan ke media centernya itu jauh sekitar satu kilo,” tutup Abdul Haris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini