"Kami melihat bukan hanya penampilan pemain di lapangan saja. Akan tetapi, juga latar belakang keluarga dan daerah asal," ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan pola pendekatan antar pemain pun berbeda-beda. Itu ditentukan dengan latar belakang keluarga dan daerah.

"Mohon maaf, contoh pemain Papua penanganan berbeda. Kami tidak marah di depan umum, tetapi dengan memanggilnya. Kalau pemain Medan dan Sumatera beda lagi, bisa (di depan umum)," ujarnya.
Ia mengatakan cara-cara itu pun berdampak langsung kepada diri pemain. Alhasil, tim berjuluk Garuda Asia bisa menjadi juara Piala AFF U-16 2022.
"Kami harus mengerti karakter itu. Jadi, bagian psikologis agar pemain lebih baik ke depan," katanya
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.