BIMA Sakti buka-bukaan soal tantangan terberat yang dihadapi saat melatih Timnas Indonesia U-16. Menurutnya, melatih tim muda memang butuh kejelian dalam melihat pemain dari segala aspek.
Eks asisten Luis Milla itu mengatakan menjadi pelatih pemain usia muda memiliki beban yang cukup besar. Sebab, tidak hanya membentuk keahlian para pemain, tetapi juga karakter.

Mantan pemain Indonesia itu mengatakan dirinya menanamkan pondasi yang baik dan benar untuk para pemain Timnas Indonesia U-16. Hal itu untuk bermanfaat kelak buat para pemain.
"Ini tantangan besar buat saya. Sebab, ini bekal buat mereka nanti usia 19, 23, dan senior," ucap Bima Sakti dilansir dari Youtube sport77 official, Jumat (19/8/2022).
Bima Sakti mengatakan seorang pelatih pemain muda harus mengenal lebih jauh setiap para pemainnya. Tujuannya agar pelatih dan pemain punya ikatan yang kuat.
"Kami melihat bukan hanya penampilan pemain di lapangan saja. Akan tetapi, juga latar belakang keluarga dan daerah asal," ujarnya.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan pola pendekatan antar pemain pun berbeda-beda. Itu ditentukan dengan latar belakang keluarga dan daerah.

"Mohon maaf, contoh pemain Papua penanganan berbeda. Kami tidak marah di depan umum, tetapi dengan memanggilnya. Kalau pemain Medan dan Sumatera beda lagi, bisa (di depan umum)," ujarnya.
Ia mengatakan cara-cara itu pun berdampak langsung kepada diri pemain. Alhasil, tim berjuluk Garuda Asia bisa menjadi juara Piala AFF U-16 2022.
"Kami harus mengerti karakter itu. Jadi, bagian psikologis agar pemain lebih baik ke depan," katanya
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.