Share

Gaya Thomas Doll vs Shin Tae-yong, Sama-Sama Dikenal Keras di Lapangan

Cita Zenitha, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 51 2641916 gaya-thomas-doll-vs-shin-tae-yong-sama-sama-dikenal-keras-di-lapangan-fRj1ozuxKl.jpg Gaya Thomas Doll vs Shin Tae-yong di lapangan (Foto: Instagram/@persija)

GAYA Thomas Doll vs Shin Tae-yong yang sama-sama dikenal keras di lapangan akan diulas dalam artikel ini. Meski berasal dari negara berbeda, Thomas Doll yang berasal dari Jerman maupun Shin Tae-yong (Korea Selatan) ternyata mendapat testimoni yang sama.

Hal itu dilontarkan sejumlah pemain, yang turut dilatih oleh kedua tim. Salah satunya Syahrian Abimanyu, pemain Persija Jakarta, yang juga mengisi posisi pemain tengah di Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong

Pemain 23 tahun itu menuturkan, jika Thomas Doll dan Shin Tae-yong pelatih berkualitas. Bahkan, menurut pengalamannya, ia menyebut keduanya melatih di level tertinggi.

Eks pemain Johor Darul Tazim itu menyebut, ada tiga filosofi bermain sepakbola ala Thomas Doll maupun Shin Tae-yong yang sama. Adapun tiga poin penting itu adalah meminimalkan bola panjang.

Kemudian,melakukan banyak gerakan di luar bola. Sedangkan, yang terakhir adalah membangun kekuatan fisik yang baik.

β€œCoach Thomas dan Shin Tae-yong sama-sama suka melatih dengan cara yang keras,” ucap Syahrian Abimanyu dilansir dari laman Persija Jakarta.

Ia juga mengatakan, timnya banyak berlatih gerakan tanpa menggiring bola. Gaya Thomas Doll dan Shin Tae-yong memang bertipikal keras keduanya.

Syahrian Abimanyu

(Syahrian Abimanyu, gelandang Persija Jakarta yang dilatih Thomas Doll dan Shin Tae-yong)

Selain Syahrian Abimanyu, Firza Andika juga mengatakan hal yang sama. Pelatih asal Jerman itu menerapkan peningkatan latihan fisik dan mental setiap harinya khususnya pada bek sayap pertahanan.

Kemudian, pemain muda Persija Jakarta lainnya, Braif Fatari juga mengatakan kemampuan individiunya meningkat setelah dilatih Thomas Doll dan Shin Tae-yong. Sekadar informasi, Braif Fatari pernah merasakan sentuhan tangan dingin Shin Tae-yong ketika pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23.

Kendati tak terpilih memperkuat Timnas Indonesia U-23, Braif Fatari merasakan perubahan dala dirinya. Peningkatan yang dirasakan tak lepas Thomas Doll dan Shin Tae-yong.

"Padaawal musim, kondisi kami belum mencapai performa yang maksimal. Kami banyak beradaptasi selama ini terutama di fisik, tapi setelah itu kami lebih merasa lebih baik dalam bermain,” terangnya dilansir dari laman resmi Persija Jakarta.

Selain kemampuan individu pemain, baik Thomas Doll maupun Shin Tae-yong juga kerap meracik taktik yang tidak biasa. Keduanya, diketahui memiliki strategi yang tak mudah ditebak lawan, namun para pemain wajib cepat beradaptasi dengan sejumlah perubahan strategi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini