Share

2 Bobotoh Meninggal Dunia, PSSI Diminta Objektif dalam Investigasi Pengelolaan GBLA

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 49 2614481 2-bobotoh-meninggal-dunia-pssi-diminta-objektif-dalam-investigasi-pengelolaan-gbla-1v41K35H9d.jpg 2 orang Bobotoh meninggal dunia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Foto: Istimewa)

BANDUNG – Awan duka menyelimuti Persib Bandung. Sebab, dua orang bobotoh, kelompok suporter Persib, meninggal dunia jelang laga Persib vs Persebaya Surabaya pada matchday kedua Grup C Piala Presiden 2022.

Insiden nahas itu terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat 17 Juni 2022, malam WIB. Kedua korban jiwa bernama Asep Ahmad Solihin asal Bandung dan Sopiana Yusuf asal Bogor, diduga meninggal dunia saat berdesak-desakan di depan pintu stadion.

Insiden di pintu masuk GBLA (Foto: Istimewa)

Insiden tersebut dinilai harus menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak. Itu diungkapkan oleh mantan Direktur Marketing PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan.

"Duka mendalam, dirasakan Bobotoh seluruh Negeri. Dalam duka yang mendalam rasanya ingin menyalahkan semua orang yang kita anggap bertanggung jawab, tetapi sebagai sebuah keluarga besar, mengajak kita introspeksi," ujar Farhan, Senin (20/6/2022).

Menurut Farhan, antusiasme Bobotoh tak perlu diragukan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus dipahami secara bersama-sama dan bijak agar kejadian nahas ini tidak terulang.

"Introspeksi pertama sebagai sesama bobotoh bahwa antusiasme kita sebagai bentuk kecintaan kepada Persib harus kita kelola bersama, jangan sampai kita terjebak dalam tindakan mengambil tindakan beresiko tinggi," jelasnya.

Selain itu, Farhan mengaku memiliki pengalaman sebagai penyelenggara. Farhan, yang merupakan anggota DPR RI dari fraksi NasDem, tahu betapa beratnya menjadi penyelenggara pertandingan.

"Sebagai orang yang pernah menjadi panpel (panitia penyelenggara), saya mengerti betul tekanan yang dihadapi dari berbagai pihak. Masalah secara 360 derajat mengepung, mulai dari jadwal pertandingan hingga distribusi tiket," bebernya.

"Namun, harapan kami panpel jangan sampai pernah lalai dan menyerah karena kami ingin pertandingan tetap digelar dengan penonton langsung," tegas Farhan.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Foto: Wikimedia)

Akibat insiden itu, PSSI turun tangan melakukan investigasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelenggaraan sekaligus penerapan standar keamanan stadion. Dia berharap, PSSI objektif dalam berkesimpulan tanpa menghentikan operasional GBLA.

"Saya harapkan objektifitas dari PSSI mempertimbangkan posisi strategis GBLA sebagai salah satu episentrum sepakbola Indonesia. Maka apapun hasil investigasi PSSI harus memberikan solusi bagi pengelolaan GBLA, bukan malah menutupnya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini