Share

5 Pemain Bintang yang Kariernya Hancur Gara-Gara 1 Pertandingan, Nomor 1 Blunder di Final Liga Champions

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 51 2535915 5-pemain-bintang-yang-kariernya-hancur-gara-gara-1-pertandingan-nomor-1-blunder-di-final-liga-champions-ybnQWnHarb.jpg David Luiz saat masih berseragam Chelsea. (Foto: Twitter/premierleague(

BANYAK pesepakbola yang susah payah membangun kariernya agar bisa dipanggil pemain bintang. Mereka membangun semua itu sedari kecil hingga akhirnya mencapai titik layak disebut pemain yang dapat bersinar terang.

Kendati begitu, terkadang dunia begitu pahit karena bisa saja karier yang susah payah dibangun bisa hancur seketika. Di dunia sepakbola, ada beberapa contoh pemain bintang yang kariernya langsung anjlok alias hancur karena satu pertandingan saja. Kira-kira siapa saja pemain itu?

Berikut 5 Pemain Bintang yang Kariernya Hancur Gara-Gara 1 Pertandingan:

5. David Luiz

David Luiz

David Luiz pernah berstatus sebagai salah satu bek terbaik di dunia. Ia mengawali karier di Benfica hingga akhirnya bergabung dengan klub Raksasa Inggris, yakni Chelsea di 2011. Sejak saat itu nama David Luiz semakin terkenal.

Kendati begitu, ada satu laga yang benar-benar mempermalukan David Luiz sebagai seorang bek hebat. Tepatnya saat bermain di semifinal Piala Dunia 2014. Kala itu Brasil yang berjumpa Jerman dibuat tak berdaya hingga kalah 1-7. Sebuah skor yang sangat memalukan bagi tim sebesar Brasil.

Kekalahan itu ternyata Ii sangat merusak reputasi David Luiz. Luiz pun akhirnya dilepaskan Chelsea ke Paris Saint-Germain (PSG) di tahun yang sama saat kekalahan Brasil itu. Selama dua musim di Liga Prancis, dia memenangkan keempat kompetisi domestik bersama PSG.

Lalu Luiz kembali ke Chelsea pada Agustus 2016 dan akhirnya memenangkan Liga Inggris dan menjadi runner-up di Piala FA musim itu.

Kemudian David Luiz dipindahkan ke rival utama Chelsea, Arsenal pada 2019, di mana dia memenangkan Piala FA dan FA Community Shield, tetapi penampilannya yang tidak konsisten menunjukkan bahwa dia mendekati akhir kariernya.

Banyak yang merasa David Luiz sudah tidak hebat lagi semenjak pertahanannya diacak-acak Jerman di Piala Dunia 2014. Kini Luiz pun bermain di Liga Brasil bersama Flamengo.

4. Asamoah Gyan

Asamoah Gyan

Setiap penggemar sepak bola Afrika pasti akan selalu mengingat perjalanan Timnas Ghana di Piala Dunia 2010. The Black Star kala itu hanya perlu memasukkan satu tendangan penalti untuk menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia setelah Kamerun (1990) dan Senegal (2002) gagal menembus batas perempatfinal.

Berawal dari tendangan bebas, Ghana menyebabkan kekacauan di kotak penalti Uruguay. Lalu Dominic Adiyiah menyundul bola dan mengarah ke gawang yang tanpa kawalan kiper, tetapi Luis Suarez berada di garis gawang dan menghentikan bola dengan tangannya.

Suarez diusir keluar lapangan dan Ghana menerima penalti. Penonton sangat gembira. Asamoah Gyan mengambil tendangan itu. Dia sudah mencetak gol penalti melawan Serbia dan Australia di babak penyisihan grup untuk memajukan Ghana ke sistem gugur pada Piala Dunai 2010 tersebut.

Namun, Asamoah Gyan menendang bola ke mistar gawang, yang membuat laga berlanjut ke babak adu penalti dan pahitnya Ghana kalah.

Momen itu ternyata mempengaruhi karier Asamoah yang saat itu bermain untuk Rennes di Prancis.

3. Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate

Bobby Robson menyebut Jonathan Woodgate "salah satu dari empat bek tengah Inggris teratas di Liga Inggris, bersama dengan Sol Campbell, Rio Ferdinand dan Gareth Southgate."

Julukan itu tidak salah kaerna Woodgate memiliki bakat yang luara biasa. Sayang cedera menghambatnya, membatasi dia untuk tampil dengan baik.

Meskipun saat itu kerap dibekap cedera, Real Madrid justru memboyongnya ke Bernabéu pada tahun 2004. Menariknya, Jonathan Woodgate yang sudah tidak bermain selama 17 bulan dan ia pun langsung diturunakn saat melawan Athletic Bilbao.

Woodgate tentu ingin tampil mengesankan saat kembali bermain dan demi perkenalan ke Madrid dengan cara yang terbaik. Ia berharap bisa mencetak gol pada debutnya.

Kenyatannya, itulah yang dia lakukan setelah hanya 25 menit bermain. Satu-satunya masalah adalah bahwa ia justru mencetak gol ke gawang sendiri, alias ke gawang Real Madrid.

Ingin membalas kesalahan, Woodgate bermain terlalu ambisius hingga terkena kartu kuning. Hal serupa terjadi di babak kedua dan membuat harus meninggalkan lapangan. Sebuah debut yang sangat buruk tentunya.

Woodgate telah menunggu 13 bulan untuk membuat debutnya di Real Madrid berjalan manis dan setelah 66 menit bermain, dia justru menggagalkan semuanya. Sejak itu penampikannya merotos , dan dia dipinjamkan ke Middlesbrough pada akhir musim dengan hanya 14 penampilan untuk Los Blancos di semua kompetisi.

2. Robert Green

Robert Green

Robert Green membuat kesalahan besar untuk Timnas Inggris. Tragisnya saat itu Inggris sedang menhjadi salah satu tim yang paling diperhatikan di dunia.

Kesalahan yang dimaksud terjadi dalam pertandingan melawan Amerika Serikat di Piala Dunia 2010 pada 12 Juni 2010.

Ketika laga memasuki menit ke-40, Amerika Serikat memanfaatkan beberapa pertahanan Inggris yang ceroboh untuk mendapatkan penguasaan bola di setengah lapangan mereka. Pemain Amerika, Clint Dempsey saat itu mencoba melepaskan tembakan ke gawang.

Tendangan Dempsey tak cukup kencang. Namun bola Jabulani yang terkenal dengan tikungan tajamnya membuat pergerakan bola semakin sulit dikontrol.

Terbukti terjadi dua pantulan dari tanah di dalam kotak sebelum mendarat di sarung tangan Robert Green. Alih-alih memantul ke depan agar kiper menerkam, bola justru berbelok ke sudut kiri bawah.

Green pun gagal mengamankan bola. Kejadian itu lantas menjadi titik yang sangat rendah baginya, dan tampaknya telah menjadi momen penurunan kariernya.

Dia memiliki karier Liga Inggris yang solid dengan Norwich dan West Ham, beberapa tahun yang layak berasma QPR dan Leeds sebelum menyelesaikan kariernya sebagai cadangan di Huddersfield dan akhirnya bersama Chelsea, di mana dia memenangkan Liga Eropa sebelum pensiun.

1. Loris Karius

Loris Karius

Pada 26 Mei 2018, Liverpool memainkan final Liga Champions UEFA pertama mereka sejak kalah dari AC Milan di Athena pada 2007. The Reds akan menghadapi Real Madrid, tim besar Eropa yang memiliki Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale di antara barisan mereka.

Pada 2018, Liverpool akhirnya bisa mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya sejal 2007. Namun, final itu berjalan manis karena The Reds justru dibua babak belur oleh Real Madrid dengan skor 1-3.

Nahasnya, kekalahan Liverpool tercipta berkat blunder yang dilakukan sang kiper, Loris Karius. Banyak kesalahan yang dilakukan Karius hingga membuat Madrid dengan mudah mencetak gol.

Sejak saat itu, Liverpool memutuskan membawa kiper baru dari AS Roma dan itu adalah Alisson Becker. Posisi kiper utama yang awalnya milik Karius pun direbut dan tak lama ia dipinjamkan ke klub Turki, Besiktas.

Sewaktu di Turki penampilan Karius mulai menjanjikan lagi, tetapi kesalahan terus berlanjut. Lalu kiper asal Jerman itu dipinjamkan ke Union Berlin. Hal yang sama akan terulang kembali saat ia menghabiskan sebagian besar musim di bangku cadangan, menggantikan Andreas Luthe.

Tiga setengah tahun kemudian, Loris Karius adalah masih di Liverpool dan menjadi penjaga gawang pilihan keempat klub tersebut. Karius kesulitan bermain baik lagi semenjak kesalahannya di final Liga Champions 2017-2018.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini