Piala Afrika 2021: Laga Tunisia vs Mali Diwarnai Konflik Bersenjata yang Tewaskan Warga Sipil

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 51 2532047 piala-afrika-2021-laga-tunisia-vs-mali-diwarnai-konflik-bersenjata-yang-tewaskan-warga-sipil-GfRDug1CLO.jpg Terjadi baku tembak di Kota Limbe, yang menewaskan dua orang, sebelum laga Tunisia vs Mali bergulir (Foto: Reuters)

LIMBE - Kejadian mengerikan, yaitu baku tembak, terjadi jelang laga penyisihan Grup F Piala Afrika 2021 antara Mali dan Tunisia. Pasalnya, terjadi konflik bersenjata yang menelan korban jiwa kala Mali tengah menggelar sesi latihan terakhir jelang laga.

Baku tembak tersebut terjadi antara pasukan pemberontak dan tentara pemerintah di sebelah barat Kamerun, Limbe. Sebagai informasi, terdapat organisasi separatis bernama Ambazonia yang ingin memisahkan diri dari Kamerun selaku tuan rumah Piala Afrika 2022.

Timnas Tunisia vs Timnas Mali (Foto: Reuters)

Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, berdasarkan laporan media lokal, Kamerun, Jumat (14/1/2022), baku tembak tersebut menelan dua orang korban jiwa. Para pemain Mali pun terpaksa menghentikan sesi latihan mereka karena insiden tersebut.

Insiden itu berlangsung hanya beberapa jam sebelum sepak mula babak pertama. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu 12 Januari 2021 waktu setempat, sedangkan laga dihelat pada sore harinya.

BACA JUGA: Piala Afrika 2021: Diwarnai Banyak Kontroversi, Tunisia Minta Laga Kontra Mali Diulang

"Mali telah menangguhkan latihannya dan meninggalkan stadion. Dua warga sipil (pria) ditemukan tewas di Pasar Buea Central menyusul baku tembak antara Ambazonia dengan pasukan pemerintah," tulis pernyataan resmi pemerintah setempat, Jumat (14/1/2022).

Ambazonia telah mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Aksi penembakan warga sipil itu merupakan bentuk protes atas digelarnya Piala Afrika di Limbe.

Untungnya, laga Tunisia vs Mali tetap berlangsung dengan aman. Partai itu dimenangkan oleh Mali melalui eksekusi penalti Ibrahima Kone pada menit 48.

Sementarai tu, sebelumnya, Ambazonia mengancam akan melakukan kekerasan jika Piala Afrika 2021 tetap diadakan di Limbe. Akan tetapi, pemerintah beserta pihak penyelenggara kompetisi menganggap hal itu sebagai gertakan semata.

Timnas Tunisia vs Timnas Mali (Foto: Reuters)

Uniknya, sebelum Piala Afrika 2021 dimulai, pemerintah Kamerun beserta penyelanggara kompetisi seolah-olah menantang organisasi separatis tersebut. Pihak penyelanggara mengadakan pawai di Kota Limbe, beserta dengan maskot turnamen, Mola The Lion, yang dikawal pasukan bersenjata dan mengenakan rompi anti peluru.

Sekadar informaisi, Ambazonia adalah organisasi separatis yang sudah ada sejak 50 tahun lalu. Mereka merasa didiskriminasi oleh pemerintah Kamerun karena menggunakan bahasa Inggris saat mayoritas masyarakat Kamerun menggunakan bahasa Prancis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini