Selain itu, pelatih harus memiliki karakter yang beda dengan pelatih sebelumnya. Harus mampu membenahi berbagai kelemahan tim. "Tentu harus menjadi pembeda, membenahi kelemahan-kelemahan yang ditinggalkan Milo," terangnya.
Bukan hanya itu, sosok pelatih baru PSM harus mampu menjadi bapak para pemain. Dan bahkan tak boleh membeda-bedakan pemain asing, lokal hingga bintang.
"Pelatih harus bisa menyatukan semua pemain sama. Jangan ada pemain-pemain yang mengintervensi atau yang mengganggu keputusan pelatih. Tak boleh bedakan pemain," tambahnya.

"Pelatih juga harus mengatur tim menjadi kompak. Kalau kemampuan strategi yang berlisensi AFC mereka adalah pelatih yang berpengalaman, pelatih yang sudah melatih tim lain di luar," tutur dia.
Terakhir tentu pelatih baru klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini harus mampu memahami kondisi sepakbola Indonesia. Meskipun saat ini sangat sulit mendatangkan mereka, apalagi di tengah musim.
"Ya tentunya harus bisa memahami persepakbolaan Indonesia. Pergantian pelatih di pertengahan musim sangat susah dan tidak mudah. Tapi saya yakin manajemen di bawah Munafri memiliki chanel untuk mencari pelatih di luar dan mencari pelatih Eropa," tutupnya.
(Rachmat Fahzry)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.