5 Pemain Bintang yang Berkhianat Pindah ke Klub Rival, Nomor 2 Sukses Balas Dendam

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 51 2473236 5-pemain-bintang-yang-berkhianat-pindah-ke-klub-rival-nomor-2-sukses-balas-dendam-TXiEEy1MPF.jpg Luis Suarez berhasil membawa Atletico Madrid juara Liga Spanyol 2020-2021 usai dibuang Barcelona. (Foto/Reuters)

BURSA transfer pemain selalu memberikan kejutan. Perpindahan pemain bintang hingga rekor penandatanganan dengan harga tertinggi selalu menjadi bumbu dan membuat jendela transfer menarik untuk ditunggu.

Pada momen tersebut juga tidak jarang terjadi perpindahan pemain dari klub lama menuju klub rival. Beberapa dari mereka pun tak jarang dicap sebagai pengkhianat atas keputusan yang diambil tersebut.

Setidaknya ada beberapa pemain bintang yang masuk daftar pemain yang paling dibenci fans karena dianggap berkhianat, berikut daftarnya menyadur Sportskeeda, Sabtu (18/9/2021):

5. Robert Lewandowski (Borussia Dortmund ke Bayern Munich)

Robert Lewandowski bisa dibilang salah satu striker terbaik saat ini. Nama pemain asal Polandia itu melejit saat empat musim bertugas di Borussia Dortmund pada awal 2010-an.

Foto/Reuters

Dia membawa mencetak 20 gol pada tiga musim dan membantu Dortmund memenangkan gelar Bundesliga. Itu menarik perhatian Bayern Munich, yang kemudian merekrut Lewandowski dengan status bebas transfer pada musim panas 2014.

Baca juga: 5 Pemain dengan Performa Paling Konsisten pada Abad 21, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Posisi Teratas

Robert Lewandowski pada musim lalu memecahkan rekor Gerd Muller dengan mencetak gol terbanyak (40) dalam satu musim di Bundesliga. Lewandowski mencetak 41 hanya dalam 29 penampilan di Liga Jerman dan mencetak 48 gol dan sembilan assist dari 40 penampilan di semua kompetisi.

4. Zlatan Ibrahimovic (Juventus ke Inter Milan)

Pemain berusia 39 tahun itu telah memenangkan gelar liga di empat negara berbeda dan baru-baru ini mencetak golnya yang ke-500. Ibrahimovic menghabiskan dua kampanye sederhana dengan Juventus, memenangkan dua gelar Serie A.

Baca juga: 5 Pemain yang Jalani Debut Terburuk pada Musim 2021-2022, Nomor 1 dari Manchester United

Foto/Reuters

Namun, skandal Calciopoli pada 2006 membuat gelar Juventus dicopot dan diturunkan ke Serie B. Tidak mau bermain di divisi kedua, Ibrahimovic pindah ke rival Juventus, yakni Inter Milan pada musim panas itu.

Dia memenangkan empat gelar liga di sana. Ibrahimovic kemudian menikmati tugas di Barcelona, PSG, Manchester United dan MLS sebelum kembali ke Serie A bersama AC Milan.

3. Andrea Pirlo (AC Milan ke Juventus)

Andrea Pirlo adalah salah satu gelandang terbaik dalam serajah sepakbola. Setelah sukses selama satu dekade di AC Milan, Pirlo dilepaskan oleh Rossoneri dengan status bebas transfer pada musim panas 2011.

Foto/Reuters

Juventus segera memboyong gelandang elegan itu. Pirlo yang saat itu berusia 31 tahun meraih empat gelar Serie A berturut-turut bersama Bianconeri. Dalam tiga dari empat tahun ini, Pirlo menjadi pemain terbaik Serie A.

2. Luis Suarez (Barcelona ke Atletico Madrid)

Luis Suarez adalah salah satu pencetak gol paling mematikan, terutama dalam dekade terakhir ini. Setelah menjalankan tugasnya yang produktif di Ajax dan Liverpool, Suarez menikmati enam musim yang gemilang di Barcelona. Dia mencetak hampir 200 gol di seluruh kompetisi dan memenangkan treble kontinental.

Foto/Reuters

Namun, setelah Barcelona menjalani kampanye tanpa trofi pertama mereka dalam satu dekade pada 2019-2020, Suarez dianggap dilepas. Itu ternyata menjadi kesalahan besar, karena pemain Uruguay itu menemukan kembali semangatnya di Atletico Madrid. Dia membantu Atletico memenangkan gelar Liga Spanyol pertama mereka dalam tujuh tahun.

1. Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid)

Luis Figo adalah salah satu dari segelintir pemain yang memilih pindah ke musuh bebuyutan, yakni Barcelona dan Real Madrid.

Foto/Real Betis

Dianggap sebagai salah satu pemain terbaik, Figo pindah dari Barcelona ke Real Madrid pada musim panas 2000. Itu membuatnya dibenci oleh fans Blaugrana. Figo saat memblea Camp Nou, membantu Barcelona memenangkan gelar liga berturut-turut. Oleh karena itu, kepindahannya ke Real Madrid membuat marah para penggemar Barca.

Di Real Madrid, Figo kemudian memenangkan dua gelar Liga Spanyol lagi dan satu gelar Liga Champions sebelum ia pensiun pada 2009.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini