Hasil Bhayangkara FC vs Madura United di Pekan Ketiga Liga 1 2021-2022: The Guardian Menang Tipis

Annisa Nurinsani, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 49 2473388 hasil-bhayangkara-fc-vs-madura-united-di-pekan-ketiga-liga-1-2021-2022-the-guardian-menang-tipis-gdY2nuq1PI.jpg Bhayangkara FC mengalahkan Madura United 1-0. (Foto/Madura United)

BANDUNG - Bhayangkara FC berhasil mendapatkan raihan positif saat melawan Madura United pada pekan ketiga Liga 1 2021-2022. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, The Guardioan menang tipis 1-0 atas Laskar Sape Kerap.

Jalannya pertandingan

Di awal laga, peluang dimiliki Bhayangkara FC setelah Ezechiel Ndouassel lepas dari kawalan pemain belakang lawan. Sial, Eze berbenturan dengan kiper M Ridho di kotak penalti dan gagal mencetak gol. 

Menit kelima, Renand Silva yang menusuk ke kotak penalti terjatuh usai dihadang bek lawan. Namun, wasit tak menanggapnya sebagai pelanggaran. 

Dominasi permainan milik Bhayangkara dalam 10 menit pertama. Berkali-kali lini pertahanan Madura United dibuat kerepotan menghalau serangan 'The Guardians'. 

Madura United berusaha melawan dengan serangan balik cepat. Namun, tak ada peluang yang dihasilkan. 

Menit 13, Hugo 'Jaja' Silva melepas tendangan bebas. Bbola yang sempat ditanduk pemain Madura United di kotak penalti ditangkap kiper Awan Setho dengan mudah. 

Tak lama berselang, Andik Vermansyah merangsek ke pertahanan Madura United. Berhasil mengirim umpan sebelum terjatuh di kotak penalti, tapi bola langsung diamankan kiper M Ridho. 

Menit 17, Jaja melepas tembakan jarak jauh. Namun, bola dengan mudah ditangkap kiper Awan Setho. 

Secara perlahan Madura United keluar dari tekanan dan mengimbangi permainan Bhayangkara FC. Permainan umpan-umpan pendek diperagakan dan cukup merepotkan pertahanan lawan. 

Foto/Liga 1

GOL! Ezechiel Ndouassel menjebol gawang Madura United pada menit 23. Menerima umpan panjang dari Wahyu Subo Seto, Eze sempat berduel dengan Jaimerson dan melepas tendangan keras. 

Bola yang tak mampu dihalau kiper M Ridho menggetarkan gawang Madura United. 1-0 Bhayangkara FC unggul. Ini jadi gol keempat Eze musim ini dalam tiga pertandingan. 

Madura United merespons dengan melancarkan serangan. Kerja sama Silvio Escobar da Slamet Nurcahyo diakhiri umpan tajam ke kotak penalti. Bola berhasil ditanduk Anderson Salles dan hanya menghasilkan sepak pojok sebelum disundul Jaja. 

Menit 31, Ezechiel lepas dari kawalan pemain belakang dan berhasil merangsek ke penalti. Sayangnya bola dihalau kiper M Ridho. 

Andik Vermansyah mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauhnya pada menit 33. Bola meluncur deras ke gawang. Namun, M Ridho dengan sigap menepis bola yang mengarah ke kanan atas. 

Giliran Arthur Bonai yang melepas sepakan dari luar kotak penalti pada menit 36. Bola tak menemui sasaran. Gawang Madura United terhindar dari kebobolan dua kali. 

Pertarungan kedua tim semakin sengit hingga akhir babak pertama. Namun, skor 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC tidak berubah. 

Pelatih Rahmad Darmawan merespon ketertinggalan di babak pertama. Bayu Gatra masuk menggantikan Silvio Escobar yang tampil kurang efektif. 

Madura United berusaha mendominasi permainan sejak awal babak kedua. Serangan bertubi-tubi dilancarkan ke pertahanan Bhayangkara FC. Namun, Hansamu Yama dan kawan-kawan bisa meredam serangan Madura United. 

Hingga menit 55, permainan didominasi Madura United. Sebaliknya, giliran Bhayangkara FC yang lebih banyak bertahan dan melancarkan serangan balik. 

Ezechiel Ndouassel merangsek hingga ke kotak penalti usai lepas dari jebakan offsiden pada menit 56. Eze terjatuh usai dibayangi Jaimerson. Namun, wasit tak memandangnya sebagai pelanggaran meski mendapat protes pelatih Paul Munster dari pinggir lapangan. 

Tenaga segar dimasukkan Bhayangkara FC pada menit 58. Hargianto masuk menggantikan Arthur Bonai. Secara perlahan, Renan Silva dan kawan-kawan mulai dari tekanan dan bisa mengimbangi permainan Madura United. Permainan terbuka pun terjadi. 

Menit 65, Jaimerson melepas tendangan bebas langsung yang mengarah ke gawang Bhayangkara FC. Namun, bola masih bisa ditepis kiper Awan Setho. 

Foto/Liga 1

Dendi Sulistiawan mendapat umpan manis dari Renan Silva pada menit 73. Sayangnya bola yang bergerak mendatar terlalu lemah dan mudah ditangkap kiper Awan Setho.

Tak lama berselang, Bhayangkara mencoba peruntungan lewat Le Yu Jun. Namun, bola yang bergerak melengkung tak menemui sasaran.

Menit 80, Evan Dimas dan Adam Alis masuk menggantikan Renan Silva dan Wahyu Subo Seto. Masuknya kedua pemain ini menegaskan Bhayangkara FC ingin memperkuat sektor tengah agar bisa lebih seimbang dalam bertahan dan menyerang.

Permainan kedua tim pun semakin menarik. Bhayangkara FC tak puas dengan skor 1-0, sedangkan Madura United ingin membalikkan keadaan. Namun, di waktu normal, tak ada gol tambahan tercipta.

Empat menit tambahan waktu pun diberikan wasit. Peluang dimiliki Madura United lewat tendangan bebas Jaimerson. Sial, bola membentur pagar hidup.

Bertubi-tubi serangan dilancarkan Madura United. Tapi, hingga akhir laga, skor 1-0 untuk kemenangan Bhayangkara FC tak berubah.Susunan pemain

Bhayangkara FC: Awan Setho (GK), Anderson Salles, I Putu Gede, Arthur Bonai, Hansamu Yama, Lee Yu Jun, Renan Silva, Sani Rizki, Andik Vermansyah, Ezechiel Ndouassel, Wahyu Subo Seto 

Pelatih: Paul Munster 

Madura United: M Ridho (GK), Dodi Alekvan, Fachruddin Aryanto, Jaimerson da Silva, Kim Jin Sung, Novan Setya Sasongko, Slamet Nurcahyo, David Laly, Hugo Gomes, Rafael Silva, Silvio Escobar 

Pelatih: Rahmad Darmawan

Pelatih Rahmad Darmawan merespon ketertinggalan di babak pertama. Bayu Gatra masuk menggantikan Silvio Escobar yang tampil kurang efektif.

Madura United berusaha mendominasi permainan sejak awal babak kedua. Serangan bertubi-tubi dilancarkan ke pertahanan Bhayangkara FC. Namun, Hansamu Yama dan kawan-kawan bisa meredam serangan Madura United.

Hingga menit 55, permainan didominasi Madura United. Sebaliknya, giliran Bhayangkara FC yang lebih banyak bertahan dan melancarkan serangan balik.

Ezechiel Ndouassel merangsek hingga ke kotak penalti usai lepas dari jebakan offsiden pada menit 56. Eze terjatuh usai dibayangi Jaimerson. Namun, wasit tak memandangnya sebagai pelanggaran meski mendapat protes pelatih Paul Munster dari pinggir lapangan.

Tenaga segar dimasukkan Bhayangkara FC pada menit 58. Hargianto masuk menggantikan Arthur Bonai. Secara perlahan, Renan Silva dan kawan-kawan mulai dari tekanan dan bisa mengimbangi permainan Madura United. Permainan terbuka pun terjadi.

Menit 65, Jaimerson melepas tendangan bebas langsung yang mengarah ke gawang Bhayangkara FC. Namun, bola masih bisa ditepis kiper Awan Setho.

Dendi Sulistiawan mendapat umpan manis dari Renan Silva pada menit 73. Sayangnya bola yang bergerak mendatar terlalu lemah dan mudah ditangkap kiper Awan Setho.

Tak lama berselang, Bhayangkara mencoba peruntungan lewat Le Yu Jun. Namun, bola yang bergerak melengkung tak menemui sasaran.

Menit 80, Evan Dimas dan Adam Alis masuk menggantikan Renan Silva dan Wahyu Subo Seto. Masuknya kedua pemain ini menegaskan Bhayangkara FC ingin memperkuat sektor tengah agar bisa lebih seimbang dalam bertahan dan menyerang.

Permainan kedua tim pun semakin menarik. Bhayangkara FC tak puas dengan skor 1-0, sedangkan Madura United ingin membalikkan keadaan. Namun, di waktu normal, tak ada gol tambahan tercipta.

Empat menit tambahan waktu pun diberikan wasit. Peluang dimiliki Madura United lewat tendangan bebas Jaimerson. Sial, bola membentur pagar hidup.

Bertubi-tubi serangan dilancarkan Madura United. Tapi, hingga akhir laga, skor 1-0 untuk kemenangan Bhayangkara FC tak berubah.

Pelatih Rahmad Darmawan merespon ketertinggalan di babak pertama. Bayu Gatra masuk menggantikan Silvio Escobar yang tampil kurang efektif.

Madura United berusaha mendominasi permainan sejak awal babak kedua. Serangan bertubi-tubi dilancarkan ke pertahanan Bhayangkara FC. Namun, Hansamu Yama dan kawan-kawan bisa meredam serangan Madura United.

Hingga menit 55, permainan didominasi Madura United. Sebaliknya, giliran Bhayangkara FC yang lebih banyak bertahan dan melancarkan serangan balik.

Ezechiel Ndouassel merangsek hingga ke kotak penalti usai lepas dari jebakan offsiden pada menit 56. Eze terjatuh usai dibayangi Jaimerson. Namun, wasit tak memandangnya sebagai pelanggaran meski mendapat protes pelatih Paul Munster dari pinggir lapangan.

Tenaga segar dimasukkan Bhayangkara FC pada menit 58. Hargianto masuk menggantikan Arthur Bonai. Secara perlahan, Renan Silva dan kawan-kawan mulai dari tekanan dan bisa mengimbangi permainan Madura United. Permainan terbuka pun terjadi.

Menit 65, Jaimerson melepas tendangan bebas langsung yang mengarah ke gawang Bhayangkara FC. Namun, bola masih bisa ditepis kiper Awan Setho.

Dendi Sulistiawan mendapat umpan manis dari Renan Silva pada menit 73. Sayangnya bola yang bergerak mendatar terlalu lemah dan mudah ditangkap kiper Awan Setho.

Tak lama berselang, Bhayangkara mencoba peruntungan lewat Le Yu Jun. Namun, bola yang bergerak melengkung tak menemui sasaran.

Menit 80, Evan Dimas dan Adam Alis masuk menggantikan Renan Silva dan Wahyu Subo Seto. Masuknya kedua pemain ini menegaskan Bhayangkara FC ingin memperkuat sektor tengah agar bisa lebih seimbang dalam bertahan dan menyerang.

Permainan kedua tim pun semakin menarik. Bhayangkara FC tak puas dengan skor 1-0, sedangkan Madura United ingin membalikkan keadaan. Namun, di waktu normal, tak ada gol tambahan tercipta.

Empat menit tambahan waktu pun diberikan wasit. Peluang dimiliki Madura United lewat tendangan bebas Jaimerson. Sial, bola membentur pagar hidup.

Bertubi-tubi serangan dilancarkan Madura United. Tapi, hingga akhir laga, skor 1-0 untuk kemenangan Bhayangkara FC tak berubah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini