Presiden UEFA Ejek Real Madrid, Juventus, dan Barcelona yang Tetap Ikut Liga Champions

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 51 2469581 presiden-uefa-ejek-real-madrid-juventus-dan-barcelona-yang-tetap-ikut-liga-champions-8DzM10MJCJ.JPG Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. (Foto: Reuters)

NYON – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin mengejek Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang masih memiliki keinginan untuk bermain di Liga Champions musim 2021-2022 ini. Pasalnya jika mengingat beberapa bulan yang lalu, ketiga klub tersebut ngotot untuk membuat kompetisi baru yang menyaingi Liga Champions.

Seperti yang diketahui beberapa waktu yang lalu ada 12 tim papan atas Eropa yang berniat untuk membangun sebuah liga baru bernama Super League atau Liga Super Eropa. Namun, setelah mendapatkan tekanan dari UEFA, 9 klub pun memutuskan untuk tak melanjutkan rencana tersebut.

Kini tinggal Madrid, Juventus, dan Barcelona yang masih bertahan dan ingin terus memperjuangkan dibuatnya Super League. Melihat ketiga tim itu, Ceferin lantas tak habis pikir.

Baca Juga: Jadwal Liga Spanyol 2021-2022 Pekan Ini: Real Madrid vs Celta Vigo, Barcelona Kontra Sevilla Ditunda

Liga Super Eropa

Pasalnya Ceferin menilai tingkah petinggi tiga klub papan atas Eropa titu benar-benar lucu karena berniat untuk membuat liga baru, tapi masih juga ingin bermain di Liga Champions musim ini. Bagi Presiden UEFA itu bos-bos Madrid, Juventus, dan Barcelon tak layak memimpin tim tersebut.

Ceferin pun mengaku tidak apa-apa jika Madrid, Juventus, Barcelona pada akhirnya cabut dari Liga Champions. Ia berani berkata seperti itu karena melihat pada akhirnya ketiga klub tersebut jauh lebih membutuhkan trofi si Kuping Besar tersebut.

“Saya tidak keberatan jika mereka (Madrid, Juventus, dan Barcelona) pergi. Sangat lucu bahwa mereka ingin membuat kompetisi baru dan pada saat yang sama mereka ingin bermain di Liga Champions musim ini,” kata Ceferin, melansir dari Marca, Jumat (10/9/2021).

"(Ketiga klub ini) hanya memiliki pemimpin yang tidak kompeten. Orang-orang itu (Florentino Perez (Real Maadrid), Joan Laporta (Barcelona), dan Andrea Agnelli (Juventus) telah mencoba membunuh sepakbola,” tambahnya.

Sampai saat ini ketegangaan di antara UEFA dengan Perez, Agnelli, dn Laporta masih terasa. Hal itu tak terlepas dari keputusan Madrid, Juventus, dan Barcelona yang masih ingin mempertahankan Super League.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin

Dalam momen tersebut, Ceferin juga mengungkapkan bahwa ia sempat mendapatkan ancaman saat bertelefon dengan penasihat Liga Super, yang menyarankan agar UEFA dapat menyelenggarakan kompetisi baru.

Ketika Ceferin menolak gagasan itu, ia diberitahu bahwa ada banyak klub yang tertarik memiliki banyak uang dan pengaruh dan mereka akan menuntutnya jika dia tidak menyerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini