Share

Liga 1 2021 Tanpa Degradasi, COO Bhayangkara Solo: Kompetisi Jadi Kurang Berkualitas

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 10 Mei 2021 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 49 2408299 liga-1-2021-tanpa-degradasi-coo-bhayangkara-solo-kompetisi-jadi-kurang-berkualitas-0gUF9ZJRMn.jpg Renan Silva. (Foto/Bhayangkara Solo FC)

SOLO - PSSI berencana menetapkan gelaran Liga 1 2021 tanpa degradasi. Hal tersebut sudah dibahas di rapat Exco pada Senin, 3 Mei 2021 lalu.

Keputusan ini dipilih karena beberapa anggota Exco melihat kondisi yang masih pandemi. Exco meyakini perubahan peraturan tidak perlu merubah statuta PSSI karena sifatnya tidak permanen, khusus untuk kompetisi 2021 saja.

Foto/Bhayangkara Solo FC

Meski sejumlah anggota Exco memili Liga 1 2021 tanpa degradasi, namun keputusan resmin akan ditetapkan pada Kongres PSSI 29 Mei mendatang.

Baca juga: Kompetisi Tanpa Degradasi, Sebagian Besar Klub Liga 1 dan 2 Pencetusnya

COO Bhayangkara Solo FC, Kombes Pol Sumardji menilai regulasi kompetisi tanpa degradasi memunculkan nilai plus minus. Menurutnya, sisi positif klub tidak terlalu terbebani dengan bisa menurunkan pemain muda sebanyak-banyaknya.

Baca juga: 4 Alasan Klub Minta Liga 1 2021 Tanpa Degradasi

“Sehingga pemain muda dimungkinkan mendapatkan jam bermain yang lebih. Sehingga permainan mereka semakin meningkat,” kata Sumardji mengutip laman klub, Senin (10/5/2021).

Namun, dirinya juga memiliki penilaian sendiri jika regulasi tanpa degradasi itu benar-benar direalisasikan musim ini.

“Paling terlihat dari sisi negatif tentu saja kompetisi menjadi kurang berkualitas,” tegasnya.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa pihaknya mengakomodasi surat permohonan dari sebagian besar klub Liga 1 dan Liga 2 tentang permohonan kompetisi tanpa degradasi, namun tetap ada promosi, juara Liga 1 dan juara Liga 2 tetap ada.

Menurut Yunus Nusi 4 alasan kenapa klub mengusulkan Liga 1 tanpa degradasi, yakni pertama pandemi Covid-19 kemudian, potensi klaster Liga 1.

“Itu akan menyulitkan klub itu untuk bersaing dengan klub-klub lain. Itu tentu menjadi persaingan yang tidak sehat,” kata Yunus.

Foto/PSSI

Yunus menambahkan bahwa banyak klub yang masih kesulitan finansial.

Semua klub pasti sedang kesulitan di tengah pandemi. Apalagi sponsor juga akan sulit masuk. Demikian juga dengan faktor ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Terakhir kata Yunus bahwa pandemi membuat pertandingan sepakbola sangat terbatas bagi penonton untuk hadir menyasikan langsung pertandingan. Imbasnya, kata dia, klub sangat kesulitan untuk mencari pemasukan.

“Dari semua alasan tadi, Exco PSSI akan membawa persoalan ini Kongres Tahunan untuk dimintakan persetujuan. Kalau kongres setuju ya jalan. Kalau tidak ya akan berjalan seperti biasa. Ada promosi dan degradasi,” imbuh Yunus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini