Di Balik Kisah Arema FC Rekrut Pelatih Eduardo Almeida

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 49 2405335 di-balik-kisah-arema-fc-rekrut-pelatih-eduardo-almeida-a2SegNCUsY.jpg Eduardo Almeida. (Foto/Arema FC)

KOTA MALANG - Manajemen Arema FC angkat bicara mengenai kesepakatan kontrak dengan pelatih kepala baru Eduardo Almeida. Dimana pelatih berpaspor Portugal tersebut telah sepakat dengan kontrak yang ditawarkan manajemen Arema FC.

Menurut General Manager Arema FC Ruddy Widodo, pihaknya sudah mengirimkan offer letter kepada Eduardo Almeida dan yang bersangkutan telah menyepakati kontrak yang disodorkan.

Foto/Okezone

Offer letter sendiri merupakan surat yang didalamnya berisi tentang minat suatu perusahaan untuk menggunakan jasa seseorang. Secara khusus, nantinya ketika offer letter disetujui yang bersangkutan akan datang untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dan tanda tangan kontrak.

Baca juga: Teja Paku Alam Ungkap Penyerang yang Paling Menakutkan di Indonesia

Pihak manajemen kini hanya tinggal menunggu berkas pendukung lain kemudian mengirimkan tiket agar yang bersangkutan segera datang ke Indonesia.

Baca juga: Persib Bandung Datangkan Pemain Tim Nasional untuk Gantikan Farshad Noor, Siapa Dia?

"Kami sudah kirim offer letter dan yang bersangkutan sudah tanda tangan. Tetapi perlu diingat offer letter ini bukan kontrak meskipun di dalamnya terdapat beberapa rincian yang juga tertuang di dalam kontrak," ucap Ruddy Widodo ditemui pada Selasa (4/5/2021).

Foto/Liga Indonesia Baru

Ruddy mengakui proses perekrutan Eduardo tergolong rumit, mengingat harus melalui beberapa proses. Hal ini yang disebutnya membuat Aremania resah dan menyerukan desakan ke manajemen tim Singo Edan. Namun, manajer asal Madiun ini meminta Aremania bersabar mengingat perekrutan pelatih baru ini tak semudah membalikkan telapak tangan.

Dijelaskan Ruddy ada sejumlah ketentuan bagaimana manajemen merekrut pelatih baru ini. Pertama, klub harus menentukan dulu nama pelatih yang akan ditunjuk.

Setelah itu, manajemen akan mengirimkan offer letter kepada pelatih yang diminati. Kemudian, klub harus menunggu sampai pelatih yang diminati mengirim kembali offer letter tersebut. Jika offer letter kembali sudah disertai tanda tangan, artinya yang bersangkutan setuju untuk bergabung.

"Setelah itu, klub masih harus mengurus visa kepada kantor perwakilan dari negara asal pelatih tersebut di Indonesia. Setelah visa keluar, kemudian menyiapkan tiket keberangkatan untuk yang bersangkutan. Idealnya tiket keberangkatan adalah sepekan setelah visa keluar. Sebelum terbang yang bersangkutan juga harus menjalani swab terlebih dahulu," terangnya.

Setibanya di Indonesia, pelatih berusia 43 tahun ini juga tak bisa langsung menuju ke Malang. Pasalnya, proses kedatangan warga negara asing (WNA) dari luar negeri cukup rumit sejak pandemic covid-19. Selain proses administrasi yang panjang, ada sejumlah persyaratan lain yang harus dijalankan.

Setelah isolasi sepekan baru yang bersangkutan bisa berangkat ke Malang. Namun demikian, saat tiba Malang, yang bersangkutan kembali harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama tiga hari sesuai dengan aturan yang tertuang di Perwali Kota Malang.

"Jadi tidak bisa merekrut pelatih, hari ini dihubungi besok tiba. Ada tahapan panjang yang harus dilalui sebelum yang bersangkutan tiba di Indonesia," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini