Lebih lanjut, Fahzry juga meyakini peraturan pembatasan penonton hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial antar suporter. Fanatisme tinggi dari para pecinta sepakbola Tanah Air juga harus dibarengi peraturan ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya rasa penonton tidak perlu hadir di stadion selama masa pandemi. Protokol kesehatan yang telah diterapkan (Piala Menpora) mungkin sudah ketat. Tapi dengan kuota 20-30 persen bisa memicu kecemburuan bagi penggemar lain yang gak bisa masuk stadion," ujar Fazhry kepada Okezone.

"Fanatisme sepakbola kita tinggi sekali dan berani-berani. Berani terobos aturan, berani lawan petugas keamanan. Apalagi covid-19, yang gak keliatan, pasti main hantam aja nyelonong masuk stadion," tambahnya.
"Penonton masuk stadion memang tujuannya duit dan hiburan. Tapi saya rasa klub dan manajemen bisa mencari jalan lain untuk menghasilkan keuntungan dan tetap menghibur fans," tandasnya
(Mochamad Rezhatama Herdanu)