5 Kesalahan Transfer Juventus Sepanjang Sejarah, Nomor 2 Lepas Bocah Ajaib

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 47 2387380 5-kesalahan-transfer-juventus-sepanjang-sejarah-nomor-2-lepas-bocah-ajaib-EvELfWhauZ.jpg Nicklas Bendtner (Foto: Transfermarkt)

JUVENTUS bukan hanya merupakan klub terbesar di Liga Italia tetapi mereka juga telah menorehkan nama mereka sebagai salahs atu tim terbesar di Eropa selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah rekrutan terbaik didatangkan dalam perjalanan mereka untuk memenangkan banyak trofi.

Di sisi lain, tim yang bermarkas di Kota Turin itu juga mendapat sorotan terutama pada keputusan yang mereka lakukan pada bursa transfer pemain beberapa musim belakangan ini. Dilansir dari laman Sportskeeda, Rabu (31/3/2021) berikut lima kesalahan transfer Juventus

5. Joao Cancelo (Juventus ke Manchester City)


Cancelo bergabung dengan skuad Juventus pada 2018 lalu. Cancelo kemudian menjadi salah satu bek kanan Bianconeri di bawah asuhan Massimiliano Allegri.

Namun, setelah satu musim di Allianz Stadium, Cancelo secara mengejutkan pindah ke raksasa Liga Inggris, Manchester City, setelah Juventus menyetujui kesepakatan pertukaran plus uang tunai yang membuat Danilo berbalik arah.

4. Marko Praja (Dinamo Zagreb ke Juventus)

Juventus mengontrak Marko Pjaca dari Dinamo Zagreb pada 2016 seharga € 23 juta atau sekira Rp393 miliar. Jumlah tersebut merupakan rekor penjualan untuk tim Kroasia pada saat itu.

Sayangnya, keputusan Juventus untuk mendatangkan Marko Praja terbilang tidak tepat. Sebab, sang pemain justru lebih sering mendapat cedera dan membuatnya sulit mendapat tempat di skuad utama.

3. Diego (Werder Bremen ke Juventus)

Juventus mengontrak Diego dari Werder Bremen pada 2009 dengan harga sekitar € 25 juta (Rp427 miliar) setelah pemain Brasil itu tampil mengesankan di klub Bundesliga selama tiga musim.

Diego begitu produktif dengan menorehkan 54 gol selama berseragam Werder Bremen. Ia pun menjadi pilihan tim untuk menggantikan peran Pavel Nedved yang pensiun.

Namun, performa sensasionalnya di Juventus mereda terlalu cepat. Perselisihan dengan manajer saat itu Ciro Ferrara segera menentukan nasibnya, karena ia ditempatkan dalam daftar transfer.

2. Moise Kean (Juvetus ke Everton)


Moise Kean dipromosikan ke tim utama Juventus pada musim 2016-2017. Kean mencuri perhatian setelah mencetak 24 gol dalam 25 pertandingan untuk tim junior.

Kean jadi salah satu pemain termuda yang melakukan debut bersama Juventus. Sayangnya, bersaing dengan sejumlah nama besar membuatnya sulit mengisi tempat di skuad utama.

Setelah dipinjamkan ke tim Hellas Verona, Juventus akhirnya memilih untuk melepas Kean ke Everton. Kean sendiri saat ini bermain untuk PSG dengan status pinjaman.

Pemain berusia 21 tahun itu jadi salah satu pilihan pelatih Mauricio Pochettino. Kean tercatat telah mencetak 15 gol dalam 29 pertandingan untuk klub Prancis tersebut.

1. Nicklas Bendtner (Sunderland ke Juventus)


Entah apa yang dipikirkan manajemen Juventus saat memilih untuk mendatangkan Bendtner dari Sunderland. Pemain Denmark itu pada akhirnya kurang mendapat kesempatan untuk bermain bersama skuad Juventus karena cedera.

Bahkan ketika dia cedera, Bendtner terlibat dalam beberapa kontroversi di luar lapangan. Di akhir masa pinjamannya di Turin, dia hanya membuat 11 penampilan untuk klub Turin dan tidak mencetak gol.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini