Inter Milan Gagal Terus, Antonio Conte Bicara Kredibilitas

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 47 2359712 inter-milan-gagal-terus-antonio-conte-bicara-kredibilitas-yUNIJFyfmX.jpg Antonio Conte memberi instruksi (Foto: Inter Milan)

TURIN – Kegagalan demi kegagalan mengiringi perjalanan Inter Milan di bawah asuhan Antonio Conte. Kali ini, Nerazzurri kembali harus mengubur impian untuk melangkah ke Final Coppa Italia 2020-2021. Walau terus menuai kegagalan, sang pelatih bersikeras timnya sudah meraih kembali kredibilitas.

Harapan tinggi sempat diusung Inter Milan kala merekrut Antonio Conte pada musim panas 2019. Rekam jejak pelatih berusia 51 tahun itu cukup mentereng. Ia tercatat pernah juara liga di dua negara berbeda bersama Juventus dan Chelsea.

Baca juga: Gagal ke Final, Inter Bayar Mahal Kesalahan di Leg I

Hebatnya lagi, dua gelar juara itu diraih pada musim perdana Antonio Conte. Sayangnya, pencapaian itu gagal diulangi bersama Inter Milan. Romelu Lukaku dan kawan-kawan hanya dibawanya finis sebagai runner-up Liga Italia dan Liga Eropa 2019-2020.

Inter Milan disingkirkan Juventus (Foto: Reuters/Massimo Pinca)

Musim ini, Inter Milan kembali, hingga pekan 21, duduk di peringkat dua klasemen Liga Italia 2020-2021. Sementara di kompetisi Eropa, Romelu Lukaku dan kawan-kawan sudah tersingkir. Harapan meraih trofi dari Coppa Italia juga kandas pada babak semifinal di tangan Juventus.

Baca juga: Bahagianya Pirlo Bikin Lini Depan Inter Milan Mandul

Walau terus-menerus gagal, Antonio Conte tetap bersikeras Inter Milan sudah meraih kembali kredibilitasnya. Yang perlu dilakukan hanya bekerja keras demi meraih kesuksesan dan selalu belajar dari kesalahan-kesalahan.

“Kami selalu berusaha belajar. Terkadang Anda sukses, terkadang tidak. Sebuah perjalanan sudah dimulai. Kami harus belajar dari kesalahan dan terus bekerja. Namun, Inter Milan sudah meraih kembali kredibilitasnya. Kami sukses menakuti lawan dan hari ini Juventus yang ketakutan,” papar Antonio Conte, dikutip dari Football Italia, Rabu (10/2/2021).

Berkaca pada statistik laga Juventus vs Inter Milan, tim tamu memang lebih banyak menguasai bola. Inter mencatatkan penguasaan bola hingga 51%. Il Biscione juga sukses melepaskan 21 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang yang dikawal Gianluigi Buffon.

Sayang memang, Inter Milan gagal memanfaatkan keunggulan statistik tersebut. Sebab, laga berakhir dengan skor 0-0 dan Juventus melangkah ke Final Coppa Italia 2020-2021 berbekal agregat 2-1 dari leg pertama pekan lalu.

Suasana laga Juventus vs Inter Milan (Foto: Reuters/Massimo Pinca)

“Kami membayar kesahalan di leg I, beberapa hadiah yang kami berikan cuma-cuma ke Juventus. Kami mencoba mencetak gol sampai akhir laga, karena hanya butuh satu gol, maka Juventus akan lebih sulit. Anda membuat kesalahan, belajar dari sana, dan mulai mencoba lagi,” tukas Antonio Conte.

Harapan Antonio Conte dan Inter Milan untuk meraih trofi hanya tersisa di Liga Italia 2020-2021. Hingga pekan 21, mereka sudah mengemas 47 poin dan tertinggal dua angka saja dari rival sekotanya, AC Milan, yang bertahta di puncak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini