Share

Pakai Doping, Kiper Ajax Amsterdam Andre Onana Diskors Satu Tahun

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 51 2357355 pakai-doping-kiper-ajax-amsterdam-andre-onana-diskors-satu-tahun-nEQY1aeQMd.jpg Andre Onana. (Foto: Instagram/@andreonana24)

AMSTERDAM – Kiper Ajax Amsterdam, Andre Onana, harus menerima hukuman skorsing selama setahun. Hukuman ini datang karena Onana terbukti menggunakan doping.

Sebagaimana diwartakan Goal Internasional, Jumat (5/2/2021), Andre Onana gagal dalam tes doping teranyar yang dijalaninya pada 20 Oktober 2020. Hasil tes menunjukkan dia mengonsumsi zat terlarang furosemide.

Andre Onana

Zat terlarang itu sendiri muncul karena penjaga gawang Nomor 1 Ajax itu tak sengaja mengonsumsi obat. Sejatinya, obat yang diminumnya tersebut diresepkan untuk istrinya.

BACA JUGA: Kai Havertz Bukan Nama Terakhir yang Didatangkan Chelsea pada Musim Panas 2020

Akibat keteledoran Onana, dia kini menerima ganjarannya. Kiper asal Kamerun itu dijatuhi sanksi berupa skorsing bermain dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) selama 12 bulan alias satu tahun.

BACA JUGA: Daratkan 4 Pemain, Chelsea Masih Buru 3 Nama Lain

Sanksi doping tersebut efektif berlaku mulai pada hari ini, yakni Jumat (5/2/2021) dan mencakup semua aktivitas sepakbola. Kabarnya, pihak Ajax akan mengajukan banding atas hukuman tersebut.

"Pada 30 Oktober 2020 pagi, Onana merasa tidak enak badan. Dia ingin minum pil untuk meredakan ketidaknyamanannya. Namun, tanpa disadari, dia mengonsumsi Lasimac, obat yang telah diresepkan istrinya sebelumnya,” bunyi pernyataan soal kasus Onana.

“Kebingungan Onana mengakibatkan dia keliru meminum obat istrinya, yang pada akhirnya menyebabkan tindakan ini diambil oleh UEFA terhadap sang kiper,” lanjutnya

Andre Onana

“Selanjutnya, badan disiplin asosiasi sepakbola telah menyatakan bahwa Onana tidak berniat melakukannya,” jelas pernyataan tersebut.

“Namun, Asosiasi Sepak Bola Eropa percaya, berdasarkan peraturan anti-doping yang berlaku, bahwa seorang atlet memiliki kewajiban setiap saat untuk memastikan tidak ada zat terlarang yang masuk ke tubuh,” tutup pernyataan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini