Share

Barcelona Merugi Gara-Gara Pandemi Covid-19, Bukan karena Messi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 04:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 46 2354782 barcelona-merugi-gara-gara-pandemi-covid-19-bukan-karena-messi-KEwi38OMZp.jpg Lionel Messi (Foto: Reuters)

BARCELONA Barcelona merupakan salah satu klub yang saat ini mengalami kesulitan keuangan. Bahkan, klub berjuluk Blaugrana tersebut harus membujuk para pemain dan karyawan mereka untuk melakukan pemotongan gaji.

Berdasarkan laporan yang beredar, angka utang Barcelona meningkat menjadi 1,173 miliar euro. Tagihan gaji dari para pemain dan seluruh pegawai Barcelona menyumbang 74 persen dari seluruh pemasukan klub.

Baca juga: Gabung Man City atau PSG, Lionel Messi Terima Rp662 Miliar dari Barcelona

Disinyalir yang menjadi beban terberat bagi keuangan Barcelona adalah gaji dari megabintang mereka sendiri, Lionel Messi. Menurut laporan dari media Spanyol, El Mundo, Selasa (2/2/2021), Messi telah menerima uang sebesar 555 juta euro sejak menandatangani kontrak pada 2017.

Lionel Messi

Laporan yang disampaikan oleh El Mundo tersebut seolah menggiring opini bahwa Messi adalah penyebab utama keuangan Barcelona mengalami krisis seperti sekarang. Maka dari itu, Presiden La Liga Spanyol, Javer Tebas, mencoba memberi penjelasan.

Baca juga: Griezmann: Lionel Messi Seorang Legenda!

Tebas tidak memungkiri bahwa Messi memiliki nilai gaji yang sangat fantastis. Akan tetapi, ia menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Karena menurutnya, La Pulga merupakan pemain terbaik dalam sejarah dan telah menorehkan banyak prestasi.

Seandainya situasi berjalan normal, besarnya gaji yang didapat Messi tersebut menurut Tebas tak akan menjadi masalah. Sebab, karena kehadiran Messi jugalah yang membuat Barcelona memiliki banyak pemasukan, baik dari tiket pertandingan maupun penjualan jersey dan merchandise lainnya.

Kendati demikian, saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19. Para penonton dilarang untuk berkunjung ke stadion dan daya beli masyarakat pun menurun. Maka dari itu, Tebas tak heran melihat kondisi Barcelona sekarang yang kesulitan keuangan.

“Situasi keuangan Barcelona yang rapuh (seperti klub besar lainnya) bukanlah kesalahan Messi, tetapi efek COVID yang menghancurkan," tulis Tebas di Twitter, Selasa (2/2/2021).

Barcelona

“Tanpa pandemi, pendapatan yang dihasilkan oleh pemain terbaik dalam sejarah akan menopang pengeluaran itu. Sensasionalisme yang menyelimuti masalah ini tidak adil,” lanjutnya.

Berbicara soal kontrak, masa bakti Messi di Barcelona sejatinya hanya akan sampai 30 Juni 2021. Hingga saat ini belum ada pembicaraan mengenai kontrak baru lantaran Barcelona masih mengalami kekosongan kekuasaan (belum ada presiden baru yang terpilih).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini