5 Penyebab Man United Akan Kesulitan Hadapi Liverpool

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 17 Januari 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 45 2345826 5-penyebab-man-united-akan-kesulitan-hadapi-liverpool-FYqcrfDjnR.jpg Man United tumbang 0-2 di Anfield pada musim lalu (Foto: Twitter/@premierleague)

BIG match antara Liverpool vs Manchester United bakal mewarnai pekan 18 Liga Inggris 2020-2021, Minggu (17/1/2021) malam WIB. Kedua kesebelasan adalah musuh bebuyutan, plus sedang bersaing untuk memperebutkan gelar juara.

Setan Merah saat ini tengah menikmati tren positif. Armada asuhan Ole Gunnar Solskjaer belum terkalahkan di kompetisi domestik sejak 1 November 2020. Di sisi lain, Liverpool yang berstatus juara bertahan, tengah mencari jalan kembali ke jalur kemenangan usai ditekuk Southampton pada 5 Januari 2021.

Di atas kertas, Liverpool jelas diunggulkan karena akan bermain di kandang sendiri. Beberapa faktor juga menyebabkan Man United bakal kesulitan. Berikut ulasannya, dirangkum dari Sportskeeda, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: 5 Pertemuan Terakhir Liverpool vs Man United di Stadion Anfield, Siapa Unggul?

5. Man United kurang apik lawan enam besar

Catatan Man United melawan kesebelasan-kesebelasan papan atas musim ini cukup mengkhawatirkan. Mereka sudah dua kali kalah melawan Tottenham Hotspur dan Arsenal. Parahnya lagi, kedua kekalahan itu terjadi di kandang sendiri, Stadion Old Trafford.

Belum lagi, Harry Maguire dan kawan-kawan juga hanya meraih dua hasil imbang kontra Manchester City dan Chelsea. Keduanya pun terjadi di Old Trafford. Catatan imbang bertambah jika menghitung laga tandang kontra Leicester City. Rekor mereka menjadi 0 menang, tiga imbang, dan dua kalah.

Stadion Anfield jadi benteng Liverpool

4. Liverpool sangat kuat di Anfield

Stadion Anfield benar-benar menjadi benteng bagi Liverpool. Armada arahan Jurgen Klopp tidak pernah lagi merasakan pahitnya kekalahan sejak April 2017 di tangan Crystal Palace. Walau tidak sedang dalam performa terbaik, hampir mustahil mengalahkan Liverpool di Anfield.

Sebuah catatan mesti menjadi perhatian, Liverpool belum pernah kalah dua kali beruntun sejak dipegang Jurgen Klopp. Alasan-alasan itu bakal menjadi tantangan berat bagi Man United untuk setidaknya memetik satu poin.

3. Liverpool lebih komplet

Man United di bawah Ole Gunnar Solskjaer lebih banyak mengandalkan kemampuan individu pemainnya. Setan Merah sungguh beruntung diperkuat pemain-pemain seperti Marcus Rashford, Bruno Fernandes, Anthony Martial, dan Paul Pogba.

Sedangkan Liverpool mengandalkan kolektivitas permainan. Hal itu menyebabkan, Liverpool tidak akan bermain buruk andai 1-2 pemainnya kurang optimal. Sedangkan Man United hampir pasti macet apabila pemain-pemain kuncinya tampil di bawah standar.

Lini belakang Man United rentan ditembus (Foto: Premier League)

2. Lini belakang Man United rentan blunder

Masalah lini belakang tampaknya bakal terus menghantui Man United. Kesembuhan Eric Bailly masih dianggap kurang untuk mengobati penyakit tersebut. Jumlah kebobolan tentu menjadi indikator terbaik untuk mengukur kekuatan lini belakang.

Parahnya lagi, Man United adalah pemilik pertahanan terburuk dibandingkan kesebelasan penghuni 10 besar. David de Gea dan kolega sudah kemasukan 24 kali dari 18 pertandingan. Sekadar perbandingan, Liverpool baru kejebolan 16 kali.

1. Mobilitas gelandang Liverpool

Kondisi Nemanja Matic cukup meragukan. Padahal, pria asal Serbia itu adalah andalan utama dalam menjaga kedalaman serta keseimbangan di lini tengah. Peran itu nantinya terpaksa dijalankan Fred Rodrigues atau Scott McTomimay.

Mobilitas Liverpool tinggi

Andai ingin memasangkan keduanya, Ole Gunnar Solskjaer jelas harus mengorbankan satu pemain di lini serang, atau setidaknya satu yang bertipe menyerang. Kondisi itu jelas amat berbahaya mengingat Liverpool memiliki gelandang-gelandang yang rajin bergerak.

Mobilitas Thiago Alcantara, Georginio Wijnaldum, dan Jordan Henderson, bakal membuat lini tengah Man United kerepotan. Kalau sudah begitu, Solskjaer wajib putar otak guna menjaga keseimbangan timnya sepanjang 90 menit laga.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini