DUNIA sepakbola terkejut ketika Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar pada Agustus 2020. Pasalnya, Si Nyonya Tua santer dirumorkan mengincar nama-nama seperti Mauricio Pochettino dan Zinedine Zidane. Apalagi, Pirlo sebelumnya baru diangkat sebagai Pelatih Juventus U-23.
Rezim Andrea Pirlo sebetulnya dimulai dengan gemilang, yakni menang 3-0 atas Sampdoria pada pekan pertama Liga Italia 2020-2021. Namun, setelah itu, performa Juventus angin-anginan kalau tidak bisa dibilang menurun.
Tekanan jelas mulai dirasakan Andrea Pirlo. Suara-suara sumbang mulai meminta Manajemen Juventus mengevaluasi keputusannya. Berikut ada lima alasan mengapa pelatih asal Italia itu tidak layak menangani Bianconeri, disadur dari Sportskeeda, Kamis (3/12/2020).
Baca juga: Pirlo Tersenyum Melihat Permainan Juventus saat Bantai Dynamo Kiev 3-0
1. Tak mampu menanamkan ide
Ketika ditunjuk menangani Juventus, Andrea Pirlo menjanjikan permainan sepakbola menyerang dengan identitas tersendiri. Ide dasar sang pelatih untuk bermain menyerang dan merebut bola dengan cepat langsung terlihat pada laga kontra Sampdoria.
Namun, setelah itu, Juventus tampak kesulitan menjalankan filosofi Andrea Pirlo, terutama ketika menghadapi klub-klub papan atas. Pelatih berusia 42 tahun itu lantas berdalih anak asuhnya butuh waktu untuk memahami keinginannya.
2. Terlalu bergantung pada Cristiano Ronaldo
Per Kamis (3/12/2020), Cristiano Ronaldo menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak di Juventus. Pesepakbola berusia 35 tahun itu sukses menyarangkan 10 gol di semua kompetisi dalam hanya delapan pertandingan. Itu pun, CR7 sudah absen sedikitnya empat laga akibat virus Corona.
Ketiadaan Cristiano Ronaldo membuat Juventus limbung. Berkaca pada statistik, masih ada nama Alvaro Morata yang hanya berselisih satu gol. Namun, ketergantungan Juventus terhadap Ronaldo tidak juga hilang. Apalagi, Morata hanya bisa tampil moncer jika didampingi Ronaldo.