5 Alasan Andrea Pirlo Tak Layak Tangani Juventus

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 47 2320807 5-alasan-andrea-pirlo-tak-layak-tangani-juventus-9A9UKsd1eZ.JPG Andrea Pirlo terlalu bergantung pada Cristiano Ronaldo (Foto: Reuters/Massimo Pinca)

DUNIA sepakbola terkejut ketika Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih anyar pada Agustus 2020. Pasalnya, Si Nyonya Tua santer dirumorkan mengincar nama-nama seperti Mauricio Pochettino dan Zinedine Zidane. Apalagi, Pirlo sebelumnya baru diangkat sebagai Pelatih Juventus U-23.

Rezim Andrea Pirlo sebetulnya dimulai dengan gemilang, yakni menang 3-0 atas Sampdoria pada pekan pertama Liga Italia 2020-2021. Namun, setelah itu, performa Juventus angin-anginan kalau tidak bisa dibilang menurun.

Tekanan jelas mulai dirasakan Andrea Pirlo. Suara-suara sumbang mulai meminta Manajemen Juventus mengevaluasi keputusannya. Berikut ada lima alasan mengapa pelatih asal Italia itu tidak layak menangani Bianconeri, disadur dari Sportskeeda, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Pirlo Tersenyum Melihat Permainan Juventus saat Bantai Dynamo Kiev 3-0

1. Tak mampu menanamkan ide

Ketika ditunjuk menangani Juventus, Andrea Pirlo menjanjikan permainan sepakbola menyerang dengan identitas tersendiri. Ide dasar sang pelatih untuk bermain menyerang dan merebut bola dengan cepat langsung terlihat pada laga kontra Sampdoria.

Namun, setelah itu, Juventus tampak kesulitan menjalankan filosofi Andrea Pirlo, terutama ketika menghadapi klub-klub papan atas. Pelatih berusia 42 tahun itu lantas berdalih anak asuhnya butuh waktu untuk memahami keinginannya.

Juventus kesulitan memahami ide dasar Andrea Pirlo (Foto: Reuters)

2. Terlalu bergantung pada Cristiano Ronaldo

Per Kamis (3/12/2020), Cristiano Ronaldo menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak di Juventus. Pesepakbola berusia 35 tahun itu sukses menyarangkan 10 gol di semua kompetisi dalam hanya delapan pertandingan. Itu pun, CR7 sudah absen sedikitnya empat laga akibat virus Corona.

Ketiadaan Cristiano Ronaldo membuat Juventus limbung. Berkaca pada statistik, masih ada nama Alvaro Morata yang hanya berselisih satu gol. Namun, ketergantungan Juventus terhadap Ronaldo tidak juga hilang. Apalagi, Morata hanya bisa tampil moncer jika didampingi Ronaldo.

3. Tak kunjung menemukan the winning team

Dalam sepakbola, berlaku pepatah ‘Don’t change the winning team.’ Setiap pelatih hampir pasti memiliki susunan 11 awal terbaiknya. Lagipula, itu adalah tugas utama dan pertama seorang pelatih dalam menentukan komposisi terbaik yang layak turun di setiap pertandingan.

Hingga kini, Andrea Pirlo masih kesulitan menemukan komposisi terbaik. Ia masih mencoba meraba-raba siapa saja yang pantas turun sebagai starter rutin. Bongkar pasang skuad itu membuat penampilan Juventus naik turun karena tak kunjung tercipta harmonisasi.

Pertahanan Juventus terlalu mudah dijebol

2. Pertahanan rapuh

Sekali pun merebut gelar juara Liga Italia musim lalu, pertahanan Juventus di bawah asuhan Maurizio Sarri mendapat kritik tajam. Filosofi Sarriball dan taktik pertahanan zona dituding kurang efektif untuk klub sebesar Juventus.

Hasilnya, mereka kebobolan 43 kali musim lalu, jumlah terbanyak dalam satu dekade terakhir. Andrea Pirlo mengakui, tugas utamanya adalah membenahi pertahanan dengan sistem yang baru. Namun, dari 13 pertandingan di semua kompetisi, Juventus sudah kemasukan 11 kali dan hanya empat kali cleansheet.

5. Tak punya pengalaman melatih

Faktor yang satu ini jelas merupakan kelemahan utama seorang Andrea Pirlo. Pria kelahiran Flero itu baru saja pensiun sebagai pemain pada 2017. Klub terakhirnya adalah New York City FC yang berlaga di Liga Amerika Serikat (AS).

Andrea Pirlo baru musim ini menjadi pelatih

Setelah pensiun, Andrea Pirlo mengambil kursus kepelatihan di Coverciano pada 2018. Jelas saja, pengalamannya sebagai pelatih masih minim. Seperti disinggung di atas, Pirlo baru mau menjalani debutnya sebagai pelatih dengan menangani Juventus U-23, tetapi kemudian ditunjuk untuk tim utama.

Saat diangkat sebagai pelatih tim utama, Andrea Pirlo bahkan baru mendapat lisensi kepelatihan UEFA A. Lisensi UEFA Pro sebagai syarat menangani kesebelasan papan atas Eropa, baru diraih hanya beberapa hari jelang Serie A bergulir. Karena itu, wajar bila dirinya masih minim pengalaman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini