3. Tak kunjung menemukan the winning team
Dalam sepakbola, berlaku pepatah ‘Don’t change the winning team.’ Setiap pelatih hampir pasti memiliki susunan 11 awal terbaiknya. Lagipula, itu adalah tugas utama dan pertama seorang pelatih dalam menentukan komposisi terbaik yang layak turun di setiap pertandingan.
Hingga kini, Andrea Pirlo masih kesulitan menemukan komposisi terbaik. Ia masih mencoba meraba-raba siapa saja yang pantas turun sebagai starter rutin. Bongkar pasang skuad itu membuat penampilan Juventus naik turun karena tak kunjung tercipta harmonisasi.
2. Pertahanan rapuh
Sekali pun merebut gelar juara Liga Italia musim lalu, pertahanan Juventus di bawah asuhan Maurizio Sarri mendapat kritik tajam. Filosofi Sarriball dan taktik pertahanan zona dituding kurang efektif untuk klub sebesar Juventus.
Hasilnya, mereka kebobolan 43 kali musim lalu, jumlah terbanyak dalam satu dekade terakhir. Andrea Pirlo mengakui, tugas utamanya adalah membenahi pertahanan dengan sistem yang baru. Namun, dari 13 pertandingan di semua kompetisi, Juventus sudah kemasukan 11 kali dan hanya empat kali cleansheet.