“Misalnya seperti situasi keuangan klub, biaya yang disiratkan gajinya untuk klub, juga keinginan pemain. Akan tetapi, secara umum dalam kehidupan, jika Anda tidak ingin berada di suatu tempat akhirnya tidak ada yang bisa menahan Anda," tandas Figo.
Figo sendiri merupakan pemain yang pernah berada dalam situasi yang sama peliknya dengan Messi. Ia merupakan pemain Barca di medio 1995-2000. Ketika itu, Figo sangat dicintai oleh publik Camp Nou karena penampilan apiknya.

Figo bahkan pernah mendapat kepercayaan untuk menyandang ban kapten Blaugrana. Akan tetapi, pada musim panas 2000, Figo memutuskan untuk meninggalkan Barca. Kepindahan Figo ini kemudian menjadi sorotan utama karena ia membelot ke Real Madrid, yang sejatinya rival abadi Barca.
Ketika El Clasico dimainkan, Figo bahkan dilempari kepala babi oleh fans Barca karena dianggap sebagai pengkhianat. Akan tetapi, ia tidak terlalu ambil pusing dengan hal tersebut. Sebab keputusan Figo untuk meninggalkan Barca sudah bulat dan tidak seorang pun yang dapat mengubahnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.