“Saya mengenal sepak bola sejak usia tahun, tetapi baru mulai bergabung dengan sekolah sepak bola saat saya berusia sembilan tahun. Selama ini selalu sosok ayah yang menemani dan melatih saya” ungkap Ferre.
Ketertarikan dan minat terhadap sepakbola tak lepas dari peran sang ayah yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan atau sekuriti. Meski waktu yang dimiliki ayah Ferre terbatas karena pekerjaan, namun pemain kelahiran Ternate 26 Juli 2005 ini mengaku selalu ada waktu untuk berlatih sepakbola.
“Kalau di keluarga selalu ayah yang mengajarkan sepakbola, karena ayah pernah bermain sepak bola antar kampung saat ayah masih muda. BIasanya ayah bekerja malam hari, tetapi saat pagi ayah selalu ajak saya latihan fisik seperti lari naik gunung,” lanjutnya
Sebagai salah satu punggawa Timnas U-16 yang terbang jauh dari tanah Maluku, Ferre bertekad membawa harum nama Indonesia di seluruh kancah kompetisi internasional. Pengalaman di masa lalu saat berlatih di sekolah sepakbola menjadi motivasi penting bagi Ferre hingga saat ini.
“Saya masih ingat dulu ketika berlatih di sekolah sepak bola sepatu saya sobek-sobek, tidak bisa seperti pemain lain yang punya sepatu baru dan bagus. Saya bersyukur saat ini semua lebih baik dan akan saya buktikan dengan kerja keras dan doa orang tua pasti membuahkan hasil,” ungkap Ferre
“Mimpi saya ingin selalu berjuang di tim nasional dan membawa nama Indonesia. Tidak hanya di level U-16 tetapi sampai level selanjutnya seperti U-19, U-23 hingga senior. Berada di timnas U-16 sudah jadi langkah pertama. Yang paling penting berdoa, bekerja keras dan selalu memuliakan orang tua” tutup Ferre.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.