Ferre Murari dan Cerita Sepatu Sobek yang Warnai Awal Kariernya di Timnas Indonesia U-16

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 23:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 51 2297509 ferre-murari-dan-cerita-sepatu-sobek-yang-warnai-awal-kariernya-di-timnas-indonesia-u-16-Qq5hqCjsel.jpg

PELATIH Tim Nasional (Timnas) U-16, Bima Sakti, mempercayakan satu nama yakni Ferre Murari Albahar dalam skuadnya untuk menghadapi laga uji coba internasional kontra Uni Emirate Arab (UEA), Rabu (21/10/2020) tadi. Pada laga uji coba kali ini skuad Garuda Asia harus takluk dari tim tuan rumah dengan skor tipis 2-3.

Adapun dua gol Timnas Indonesia U-16 kali ini dicetak oleh Raka Cahyana Rizky di menit keempat dan Attalah Raihan jelang babak pertama usai. Sementara tiga gol UEA tercipta berkat hattrick pemain depan mereka, Sultan Adel Muhammad.

Ferre Murari memang belum mendapat kepercayaan untuk berada di skuad utama pada laga uji coba kontra UEA kali ini. Meski demikian, semangatnya untuk tetap memberikan kemampuan terbaik bagi tim Merah Putih tidak akan lekas padam.

Tak banyak yang tahu dibalik wajahnya yang fokus dan serius saat pertandingan, pemain yang akrab disapa Ferre ini rajin tersenyum saat sesi latihan bersama rekan setim maupun di luar lapangan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-16 Kalah Tipis 2-3 dari UEA di Laga Uji Coba

Membawa lambang Garuda di dada seolah menjadi realisasi mimpi dari pemain yang berposisi sebagai pemain bertahan ini sejak lama, dan bergabung di timnas U-16 adalah sebuah anugerah luar biasa bagi Ferre.

Ferre memang sudah diperkenalkan dengan sepakbola sejak dirinya menginjak usia lima tahun. Saat itu, sang ayah yang kerap mengenalkan dan berlatih sepak bola bersama dirinya.

“Saya mengenal sepak bola sejak usia tahun, tetapi baru mulai bergabung dengan sekolah sepak bola saat saya berusia sembilan tahun. Selama ini selalu sosok ayah yang menemani dan melatih saya” ungkap Ferre.

Ketertarikan dan minat terhadap sepakbola tak lepas dari peran sang ayah yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan atau sekuriti. Meski waktu yang dimiliki ayah Ferre terbatas karena pekerjaan, namun pemain kelahiran Ternate 26 Juli 2005 ini mengaku selalu ada waktu untuk berlatih sepakbola.

“Kalau di keluarga selalu ayah yang mengajarkan sepakbola, karena ayah pernah bermain sepak bola antar kampung saat ayah masih muda. BIasanya ayah bekerja malam hari, tetapi saat pagi ayah selalu ajak saya latihan fisik seperti lari naik gunung,” lanjutnya

Sebagai salah satu punggawa Timnas U-16 yang terbang jauh dari tanah Maluku, Ferre bertekad membawa harum nama Indonesia di seluruh kancah kompetisi internasional. Pengalaman di masa lalu saat berlatih di sekolah sepakbola menjadi motivasi penting bagi Ferre hingga saat ini.

“Saya masih ingat dulu ketika berlatih di sekolah sepak bola sepatu saya sobek-sobek, tidak bisa seperti pemain lain yang punya sepatu baru dan bagus. Saya bersyukur saat ini semua lebih baik dan akan saya buktikan dengan kerja keras dan doa orang tua pasti membuahkan hasil,” ungkap Ferre

“Mimpi saya ingin selalu berjuang di tim nasional dan membawa nama Indonesia. Tidak hanya di level U-16 tetapi sampai level selanjutnya seperti U-19, U-23 hingga senior. Berada di timnas U-16 sudah jadi langkah pertama. Yang paling penting berdoa, bekerja keras dan selalu memuliakan orang tua” tutup Ferre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini