Jelang PSG vs Man United, Solskjaer Lupakan Memori Indah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 03:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 261 2296301 jelang-psg-vs-man-united-solskjaer-lupakan-memori-indah-xySigBIanx.jpg Man United memiliki memori indah di markas PSG (Foto: Man United)

PARIS – Kenangan manis mengiringi langkah Manchester United dalam lawatan ke Stadion Parc des Princes, Rabu 21 Oktober 2020 dini hari WIB. Pada 7 Maret 2019, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer mampu lolos dari lubang jarum dengan menang 3-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Paris.

Kemenangan itu memastikan langkah Man United lolos ke babak Perempatfinal Liga Champions 2018-2019. Agregat memang imbang 3-3, tetapi Setan Merah lolos berkat keunggulan gol tandang. Kala itu, Marcus Rashford dan kawan-kawan seolah melawan kemustahilan.

Betapa tidak, mereka sudah kalah 0-2 di Old Trafford pada leg I babak 16 besar. Namun, Man United berhasil menang secara dramatis lewat gol penalti Marcus Rashford di ujung laga. Memori indah tersebut coba dihadirkan lagi pada matchday satu Grup H Liga Champions 2020-2021.

Baca juga: Ditanggapi Positif, Format Final Eight Liga Champions Mungkin Dipakai Lagi

Penalti Marcus Rashford pastikan kemenangan Man United (Foto: UEFA)

Manajer Man United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebut kemenangan hebat itu sekarang sudah menjadi sejarah klub. Ia yakin, memori manis tersebut tidak punya pengaruh apa-apa terhadap jalannya laga nanti. Sebab, materi kedua kesebelasan sudah berbeda.

“Tentu saja, itu menjadi sejarah tersendiri buat kami. Sejarah yang hebat, pertandingan yang hebat, tetapi tidak akan berdampak apa pun terhadap pertandingan nanti,” ucap Ole Gunnar Solskjaer dalam konferensi pers, dikutip dari laman resmi Man United, Selasa (20/10/2020).

“Kami adalah tim yang berbeda, begitu juga dengan mereka, dan ini juga adalah tahap yang berbeda. Tanpa kehadiran penonton, ini juga akan terasa berbeda. Sepertinya, pada pertemuan terakhir kami mencetak gol awal yang berdampak pada penonton. Jadi, ini benar-benar berbeda,” imbuhnya.

Soal tergabungnya Man United ke grup neraka, Ole Gunnar Solskjaer tidak terlalu mempermasalahkan. Sebab, Liga Champions adalah kesempatan untuk melawan klub-klub terbaik di Benua Eropa. Setiap pertandingan dinilainya memiliki arti penting.

“Semua orang ini bermain melawan tim-tim terbaik. Kami mendapatkan finalis tahun lalu (PSG), RB Leipzig yang merupakan semifinalis, dan akan menyambut Istanbul Basaksehir,” ujar Ole Gunnar Solskjaer.

“Ini adalah grup yang fantastis bagi kami dan setiap pertandingan sungguh berarti. Setiap pertandingan akan penting bagi kami. Sejauh ini, ujian terberat adalah laga melawan PSG,” tutup pria berkebangsaan Norwegia itu.

Pertandingan tersebut dijamin akan seru. Sebab, PSG bertekad membalas sakit hati yang dirasakan dua musim lalu di kandang sendiri. Apalagi, mereka kalah akibat penalti di menit-menit terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini