Ditanggapi Positif, Format Final Eight Liga Champions Mungkin Dipakai Lagi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 00:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 261 2296294 ditanggapi-positif-format-final-eight-liga-champions-mungkin-dipakai-lagi-k9nxbr5PmY.jpg Trofi Liga Champions (Foto: Twitter/@ChampionsLeague)

NYON – Format turnamen mini yang diperkenalkan UEFA pada Liga Champions 2019-2020 berpotensi dimainkan kembali. Menurut Wakil Sekretaris Jendera UEFA, Giorgio Marchetti, format tersebut mendapat sambutan baik dari berbagai pihak.

Seperti diketahui, format Final Eight diperkenalkan UEFA untuk menyelesaikan Liga Champions dan Liga Eropa 2019-2020. Hal itu tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Waktu yang mepet tidak memungkinkan format kandang tandang dipakai hingga babak semifinal.

UEFA lantas mengambil langkah ekstrem dengan menunjuk Jerman untuk Liga Eropa dan Portugal sebagai tuan rumah Final Eight Liga Champions. Babak perempatfinal hingga final dimainkan hanya satu leg. Ternyata, inisiatif UEFA itu mendapat respons positif.

Baca juga: Lampard Akui Sevilla Jadi Saingan Terberat Chelsea di Liga Champions

Peserta fase gugur Liga Champions 2019-2020 (Foto: Twitter/@ChampionsLeague)

Dalam pernyataannya, Giorgio Marchetti menyebut satu laga babak gugur memunculkan ketidakpastian dan emosi tersendiri. Pihak UEFA mendapatkan umpan balik yang positif, tidak hanya dari pihak klub, tetapi juga rekanan serta pemegang hak siar.

“Format satu pertandingan babak gugur tentu saja memberikan ketidakpastian dan emosi tersendiri. Kami mendapatkan umpan balik yang bagus dari klub, pemegang hak siar, rekanan, dan juga penggemar,” papar Giorgio Marchetti, dikutip dari The Guardian, Selasa (20/10/2020).

“Kondisi yang memaksa format tersebut digunakan, tetapi hasilnya sungguh baik serta memunculkan kepuasan tersendiri. Tentu saja ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Namun, kami akan mempelajari format ini dalam diskusi-diskusi selanjutnya,” imbuh pria asal Italia itu.

Mengingat pandemi Covid-19 yang belum jua mereda, Giorgio Marchetti memastikan UEFA juga sedang mempertimbangkan solusi serupa untuk musim kompetisi 2020-2021. Ia optimis, gelombang kedua pandemi Covid-19 yang melanda Benua Eropa tidak akan menghalangi penyelesaian kompetisi musim ini.

“Komunitas sepakbola benar-benar bekerja sama. Tanpa kerja bersama dan kesatuan itu, hal ini tentu tidak akan tercapai. Semua orang menyaksikan babak final turnamen pada Agustus 2020,” lanjut Giorgio Marchetti.

“Apa yang tidak diketahui orang-orang, sejak awal Agustus hingga sekarang sudah ada 500 pertandingan yang digelar di bawah kendali UEFA. Ada banyak pembatasan dan protokol yang ketat yang harus dipatuhi oleh banyak pihak. Namun, kesulitan ini tidak membuat kami takut,” tutup pria berusia 60 tahun itu.

Penyesuaian sendiri sudah dilakukan UEFA untuk Liga Champions dan Eropa 2020-2021. Jika biasanya turnamen dimulai pada Agustus untuk babak grup, kali ini fase awal itu baru dihelat pada pekan ketiga Oktober. Namun, final tetap dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini