LONDON – Di sepanjang bursa transfer musim panas 2020, Manchester United menjadikan winger Borussia Dortmund, Jadon Sancho, sebagai buruan utama mereka. Akan tetapi, pada akhirnya Setan Merah gagal mendapatkan Sancho karena Dortmund mambanderolnya dengan harga 108 juta pounds.
Menyikapi kondisi ini, mantan Manajer Arsenal, Arsene Wenger pun mempertanyakan sistem pengembangan pemain muda di Liga Inggris. Karena menurutnya, sistem yang mereka terapkan tidak berjalan dengan baik.
Sebagai kompetisi sepakbola yang dianggap terbaik di dunia, Liga Inggris sebenarnya memiliki pandangan maju untuk mengembangkan para pemain muda. Akan tetapi, yang menjadi persoalan, para pemain muda tersebut tidak diberi kesempatan untuk unjuk gigi.
Baca juga: Lindelof Salahkan Persiapan Singkat Jadi Penyebab Man United Melempem

Wenger mengungkit peristiwa Paul Pogba, di mana sang gelandang yang merupakan didikan Man United bergabung dengan Juventus pada musim panas 2012 secara gratis. Ironisnya, empat tahun berselang, Setan Merah harus mengucurkan dana hingga 100 juta pounds untuk bisa memulangkan Pogba.
Hal serupa terjadi pada kasus Jadon Sancho. Winger 20 tahun itu sejatinya pernah menimba ilmu di akademi sepakbola Man City. Akan tetapi, pada 2017 Sancho memutuskan untuk pindah ke Dortmund. Kini, untuk mengembalikan Sancho ke Inggris, dibutuhkan biaya 108 juta pounds.
Wenger menegaskan bahwa para pemain muda tersebut memilih hengkang ke liga lain karena mereka tak diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Maka dari itu, Wenger menganggap ini sebagai hal yang konyol ketika para pemain tersebut justru harus ditebus dengan harga tinggi oleh klub yang mendidik mereka sendiri.