5 Pemain yang Gagal di Real Madrid namun Bersinar di Klub Lain

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 51 2288148 5-pemain-yang-gagal-di-real-madrid-namun-bersinar-di-klub-lain-80WjEjyqyl.jpg Juan Mata. (Foto/Man United)

REAL MADRID, merupakan salah satu klub sepakbola terbesar di dunia. Mereka memiliki jutaan fans dari seluruh dunia.

Tim berjuluk Los Blancos ini telah memenangkan banyak gelar, memiliki struktur akademi yang sangat terkenal yang telah menghasilkan beberapa pemain legendaris seperti Raul Gonzalez dan Iker Casillas. Madrid juga sering sukses di bursa transfer, di mana mereka berhasil merekrut pemain-pemain kelas dunia dan juga para pemain muda berbakat.

Namun, adakalanya Madrid gagal mengembangkan pemain berbakat. Sejumlah pemain pun akhirnya memilih hengkang dari Stadion Bernabeu dan bersinar bersama klub lain.

Berikut lima pemain sepakbola yang pernah berseragam Real Madrid namun gemilang bersama klub lain menyadur Sportskeeda:

5. Juan Mata

Setelah memulai kariernya di Real Oviedo, Juan Mata bergabung dengan akademi Real Madrid pada 2003. Ia menghabiskan satu musim di Divisi Segunda bersama Real Madrid Castilla (Tim B).

Foto/Man United

Namun, Mata memutuskan untuk meninggalkan klub Madrid pada 2007 dan bergabung dengan Valencia. Di klub barunya, nama Mata dianggap sebagai gelandang berbakat dari Spanyol.

Baca juga: 5 Klub Kuda Hitam yang Bisa Juara Liga Champions 2020-2021

Mata kemudian bergabung dengan Chelsea pada 2011. Dia bermain gemilang di skuad utama serta membantu The Blues dengan memenangkan Liga Champions serta Liga Eropa.

Mata dikenal sebagai gelandang yang lincah serta kreatif. Hal ini yang membuat Manchester United meminangnya pada 2014 dan membawa Setan Merah meraih gelar Liga Eropa, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

4. Fabinho

Fabinho adalah produk akademi Fluminense terkenal di Brasil. Dia bergabung dengan Real Madrid dengan status pinjaman pada 2012 dari Rio Ave dan bermain Real Madrid Castilla.

Foto/Twitter

Dia hanya bermain sekali untuk tim senior dalam pertandingan melawan Malaga di La Liga Spanyol. Namun, Madrid memutuskan tidak mengontraknya secara permanen.

Fabinho kemudian bergabung dengan klub Prancis, AS Monaco. Awalnya dia pindah dengan status pinjaman, namun menjadi permanen. Dia membuat hampir 250 penampilan di semua kompetisi untuk Monaco.

Penampilannya bersama Monaco menarik Liverpool. Fabinho pun resmi menjadi pemain The Reds pada 2018.

Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Fabinho menjadi gelandang bertahan andalan. Dia menjadi pemain inti yang membawa Liverpool juara Liga Champions dan Liga Inggris.

3. Wesley Sneijder

Wesley Sneijder dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik. Namun, tidak bagi Real Madrid.

Foto/Twitter

Sneijder bermain gemilang bersama Ajax. Hal ini membuat Real Madrid mendatangkannya pada 2007. Akan tetapi, pemain asal Belanda hanya bertahan dua musim sebelum pindah ke Inter Milan pada 2009.

Sneijder segera menemukan posisinya di Inter dan memainkan peran kunci di bawah asuhan Jose Mourinho. Sneijder membantu Inter Milan memenangkan treble pada musim 2009-2010.

2. Arjen Robben

Arjen Robben, salah satu pemain sayap terbaik di eranya. Dia bergerak lincah melewati pemain, serta berani menggiring bola hingga masuk ke pertahanan lawan.

Foto/Chelsea

Robben awalnya bermain bersama PSV Eindhoven, sebelum pindah ke Chelsea pada 2004. Setelah bermain apik denga The Blues, dia hengkang menuju Real Madrid pada 2207.

Namun, Robben, seperti Sneijder, hanya bertahan dua musim di Madrid. Dia pindah menuju raksasa Jerman, Bayern Munich.

Di Bavaria, Robben mengesankan para pendukung Bayern. Bersama Franck Ribery, Robben menjadi dua pemain sayap paling ditakuti di Liga Jerman.

1. Samuel Eto'o

Samuel Eto'o adalah salah satu penyerang terbaik di generasinya. Dia ganas, pekerja keras dan cepat. Kombinasi sempurna bagi seorang stiker.

Namun, hal-hal hebat itu tidak terjadi saat dia bersama Real Madrid. Bergabung ke Madrid 1996 saat berusia 16 tahun, Eto'o hanya tampil tujuh kali dan tidak mencetak gol sama sekali.

Foto/Samuel Etoo

Pemain tersebut kemudian dikirim ke Mallorca, di mana dia membuat Barcelona terkesan untuk meminangnya pada 2004, kemudian pindah lagi ke Inter pada 2009.

Pemain asal Kamerun adalah pencetak gol yang sangat konsisten. Dia membantu Barcelona dan Inter Milan meraih treble.

Eto'o kemudian bermain untuk Anzhi Makhachkala, Chelsea, Everton dan Sampdoria. Dia akhinrya pensiun pada 2019 setelah bertugas di Qatar SC.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini