Kemudian ada Di Maria yang diboyong Man United dari Real Madrid seharga 75 juta euro atau setara Rp1,3 triliun pada musim panas 2014. Akan tetapi, Di Maria gagal membayar harga mahal itu. Dari 32 penampilan di semua ajang, Di Maria hanya mengemas empat gol. Alhasil, ia pun dilepas ke Paris Saint-Germain (PSG) semusim kemudian.

(Di Maria gagal total bersama Man United)
Selanjutnya juga di musim panas 2014, Man United meminjam Radamel Falcao dari AS Monaco. El Tigre –julukan Falcao– datang dengan status salah satu penyerang terbaik dunia. Buktinya, Falcao tercatat sebagai top skor Liga Eropa sebanyak dua kali, tepatnya pada 2010-2011 dan 2011-2012.
Namun, status di atas tidak menjamin Falcao tampil gemilang bersama Man United. Dari 29 penampilan, Falcao hanya mengemas empat gol di sepanjang musim 2014-2015. Alhasil, Falcao tidak dipermanenkan manajemen Man United pada musim panas 2014.
Bagaimana dengan Sanchez? Dari 45 pertandingan, Sanchez cuma mengoleksi lima gol. Alhasil, Sanchez dilepas ke Inter Milan dengan status pinjaman pada musim panas 2019, hingga akhirnya dipermanenkan semusim kemudian.
Karena itu, Cavani menunjukkan kelayakan dirinya diboyong klub sebesar Man United. Jangan sampai cap buruk pemain depan Amerika Selatan yang gagal bersama Man United diteruskan Cavani.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.