Pjanic Bicara soal Pertukarannya dengan Arthur Melo untuk Gabung Barcelona

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 51 2283692 pjanic-bicara-soal-pertukarannya-dengan-arthur-melo-untuk-gabung-barcelona-POg3DrOYer.jpg Miralem Pjanic. (Foto: Instagram/@miralem_pjanic)

BARCELONA – Miralem Pjanic membahas soal pertukarannya dengan Arthur Melo untuk akhirnya bergabung ke Barcelona. Ia memandang positif penukaran tersebut karena baginya berlabuh ke Barcelona bukanlah hal yang buruk.

Pjanic memang telah resmi berseragam Barcelona saat ini. Kedatangannya telah diumumkan secara resmi pada 30 Juni 2020. Ia datang ke Stadion Camp Nou dalam kesepakatan penukaran yang dilakukan Barcelona dengan klub lamanya, yakni Juventus.

Miralem Pjanic

Kedua klub itu sepakat melakukan rransfer tukar tambah Pjanic dengan Arthur Melo. Barcelona menyebut Juventus akan membayar 72 juta euro (sekira Rp 1,16 triliun) disertai klausul tambahan 10 juta euro (sekira Rp 161,1 miliar) untuk mendapatkan Arthur.

BACA JUGA: Pjanic: Kekalahan Telak Barcelona dari Bayern Itu Sebuah Kecelakaan!

Sementara Barcelona sendiri, ia membeli Pjanic dengan banderol 60 juta euro (sekira Rp 966,6 miliar). Jumlah ini ditambahkan pula klausul 5 juta euro atau sekira Rp80,5 miliar oleh pihak Blaugrana -julukan Barcelona.

Pjanic sendiri disebut mendapat kontrak selama empat musim dari Barcelona. Sementara Arthur, pihak Bianconeri -julukan Juventus- mengikatnya dengan kontrak berdurasi lima tahun.

Terkait penukaran ini, Pjanic memastikan tak memandangnya sebagai sebuah masalah. Sebab, berkarier di Barcelona juga dianggap sebagai hal yang baik karena tim tersebut telah menjadi salah satu yang terkuat di Eropa.

"Ini bukan momen yang buruk untuk datang ke Barca. Barca adalah tim yang dirancang untuk memenangkan segalanya. Mungkin saja tahun lalu bukanlah musim yang baik dan berakhir dengan buruk,” ujar Pjanic, sebagaimana dikutip dari Goal, Jumat (25/9/2020).

Arthur Melo

"Segalanya tidak berjalan seperti yang mereka bayangkan, tetapi pikirkan tentang semua tim yang setiap tahun dibangun untuk menang dan secara logis tidak semuanya bisa menang. Tidak mudah untuk memenangkan gelar,” lanjutnya..

"Itu adalah musim yang aneh bagi semua orang. Akibat virus corona, kami menganggur selama beberapa bulan, lalu kami harus mulai hampir tiba-tiba, dengan kalender yang aneh dan tidak ada penggemar di lapangan,” tukas Pjanic.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini