Wawancara Messi Berpotensi Percepat Pilpres Barcelona

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 00:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 46 2275945 wawancara-messi-berpotensi-percepat-pilpres-barcelona-YCbgU3Zqsf.jpg Lionel Messi kecewa terhadap manajemen Barcelona (Foto: Twitter/@FCBarcelona)

BARCELONA Lionel Messi memang sudah memutuskan untuk bertahan di Barcelona. Akan tetapi, persoalan belum selesai sampai di sana. Perkataannya dalam wawancara eksklusif memberi angin segar akan hadirnya perubahan besar-besaran dalam level manajemen.

Sebagaimana diketahui, Lionel Messi sempat memicu kehebohan pada medio Agustus 2020. Ia memaksa untuk pindah dari Barcelona dengan meminta namanya masuk dalam daftar jual. Hal itu dilakukan guna mengaktifkan klausul pergi secara gratis yang tertera dalam kontrak.

Sayangnya, setelah dua pekan berlalu, konflik tersebut berakhir antiklimaks. Lionel Messi memutuskan bertahan di Barcelona usai bertemu dengan Presiden Josep Maria Bartomeu. Akan tetapi, dalam pernyataan resminya, masih tersisa kepahitan dalam diri pria asal Argentina itu.

Baca juga: Valdes: Sikap Messi Tidak Perlu Diragukan

Lionel Messi menuding Josep Maria Bartomeu ingkar janji

Sang megabintang menuding kepemimpinan Josep Maria Bartomeu tidak memiliki proyek yang jelas di Barcelona. Pernyataan itu dibaca oleh kandidat presiden Barcelona, Jordi Farre, sebagai dukungan untuk hadirnya perubahan pada tataran manajemen.

“Messi mengatakan tidak ada proyek yang jelas dan dewan direksi berbohong padanya. Semua ‘socio’ (anggota klub terdaftar) wajib menandatangani mosi,” ucap Jordi Farre, dikutip dari Goal, Jumat (11/9/2020).

“Penandatanganan mosi semakin cepat setelah pernyataan Messi. Hal terpenting adalah dia bertahan dan masih mungkin untuk meyakinkannya memperpanjang kontrak,” imbuh pria berkebangsaan Spanyol tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian Jordi Farre adalah potensi krisis keuangan yang membelit Barcelona. Ia menerangkan, klub kebanggaan masyarakat Catalunya itu memiliki utang mencapai 800 juta Euro (setara Rp14,23 triliun).

“Situasi keuangan di Barcelona sangat berbahaya karena ada utang sebesar 800 juta Euro dan kewajiban lainnya untuk dilunasi. (Transfer) Griezmann sudah dibayar karena adanya dana dari pihak swasta dan Barcelona tidak akan diberi pinjaman lagi hingga 2021,” lanjut Jordi Farre.

“Kami berharap mosi tersebut selesai ditandatangani pada 17 September. Jika selesai, akan ada referendum dalam 30 hari. Jika hasilnya menentang Bartomeu, pemilihan bisa berlangsung pada 5 Desember 2020,” tukasnya.

Barcelona memang akan mengadakan pemilihan presiden pada Maret 2020. Apa yang dikatakan Lionel Messi justru bisa menjadi amunisi bagi pemegang hak suara untuk menjatuhkan Josep Maria Bartomeu sebelum masa jabatannya resmi berakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini