Strategi Persib Bandung Melakoni Laga Tandang Liga 1 2020 Menggunakan Bus

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 49 2268634 strategi-persib-bandung-melakoni-laga-tandang-liga-1-2020-menggunakan-bus-ZpuYBwgZS5.jpg Skuad Persib Bandung. (Foto/Persib Bandung)

BANDUNG – Persib Bandung menyiapkan strategi untuk melakoni sejumlah laga tandang Liga 1 2020 yang akan kembali bergulir pada 1 Oktober mendatang.

Liga 1 2020 kembali dimainkan setelah dihentikan pada Maret silam karena pandemi virus corona. Kompetisi tertinggi di Indonesia ini akan berlangsung hingga 12 Februari 2021.

Foto/Persib Bandung

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1, menyatakan bahwa semua laga akan berlangsung di Pulau Jawa dan dihadiri tanpa penonton.

Baca juga: Oh In-kyun, Pemain Korsel yang Pernah Perkuat Persib dan Arema FC Pensiun

Baca juga: Penyerang Persib Wander Luiz Belum Puas dengan Performanya

Banyak klub dari luar Pulau Jawa yang memilih markas mereka di sekitaran Yogyakarta. Namun, sejumlah klub dari Jawa Timur tetap memilih bertahan di kandang mereka.

Sementara Persib tetap akan memainkan laga kandang mereka di Stadion Bandung Lautan Api.

Namun, saat menjalani laga tandang, skuad Persib akan meghabiskan waktu sekira 10 jam lebih dengan bus untuk bisa mencapai timur pulau Jawa, saat tim Maung Bandung bersua Persebaya dan Arema FC.

Transportasi bus dipilih demi menekan penyebaran virus corona kepada kompnen tim Persib.

Dengan wacana menggunakan bus saat tandang ke tur Jatim, pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya telah membicarakannya dengan tim pelatih.

"Ini masih dalam tahap evaluasi buat kita. Memang kalau secara resmi belum ada, tapi ini menjadi bahan bagi kita untuk mempersiapkan sedini mungkin jika memang nantinya akan seperti itu," ujar Yaya mengutip laman Persib, Kamis (27/8/2020).

Foto/Persib Bandung

Seandainya manajemen memutuskan menggunakan bus untuk skuad Persib saat menjalani laga tandang, Yaya berharap mendapatkan fasilitas yang mumpuni agar fisik pemain terjagara.

"Maka dari itu, jika memang rencana naik bus ini dijalankan, saya berharap bisa disediakan bus yang sangat nyaman. Pemain-pemain bisa selonjoran, satu bangku satu pemain, AC tidak bermasalah, ada televisi dan toilet yang bersih," harap dia.

"Nantinya masseur, fisioterapis dan dokter tim akan melakukan pekerjaannya selama dalam perjalanan dengan bus agar membuat pemain tetap nyaman," pungkas Yaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini