Jelang PSG vs Bayern Munich, Die Roten Tak Perlu Bertahan Terlalu Dalam

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 01:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 261 2265933 jelang-psg-vs-bayern-munich-die-roten-tak-perlu-bertahan-terlalu-dalam-Op8rpQmXQk.jpg Joshua Kimmich merasa Bayern tak perlu gentar dengan PSG (Foto: UEFA)

LISBON – Fullback Bayern Munich, Joshua Kimmich, sudah siap tempur untuk Final Liga Champions 2019-2020 kontra Paris Saint-Germain (PSG). Ia yakin pertandingan tersebut akan berjalan sulit karena kedua kesebelasan cukup berimbang.

Final Liga Champions 2019-2020 di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, menjanjikan sebuah partai menarik antara PSG vs Bayern Munich. Kedua kesebelasan merupakan jawara di liga masing-masing pada dua musim terakhir.

PSG yang bertabur bintang sedikit diunggulkan pada laga final. Betapa tidak, mereka memiliki pemain seperti Neymar Jr dan Kylian Mbappe di lini depan. Sementara itu, Bayern Munich sendiri tidak boleh diremehkan begitu saja.

Baca juga: Target Utama Bayern Munich Angkat Trofi Liga Champions

PSG punya lini depan menyeramkan (Foto: UEFA)

Joshua Kimmich yakin laga tersebut akan berjalan ketat. Sebab, kedua kesebelasan memiliki level yang setara. Walau lini serang Les Parisien cukup dahsyat dan memiliki kecepatan yang merepotkan, ia tidak percaya FC Hollywood akan bermain lebih dalam.

“Kami yakin ini adalah laga yang sangat berimbang. Kedua kesebelasan sama-sama pantas untuk berada di final,” papar Joshua Kimmich dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikutip dari laman resmi UEFA, Minggu (23/8/2020).

“Kami belum tahu seperti apa susunan pemain yang akan diturunkan oleh pelatih. Namun, saya sepertinya akan bermain sebagai fullback kanan. Mungkin saya akan berhadapan dengan Neymar atau Mbappe di sana. Keduanya sangat bagus saat menyerang. Saya tidak yakin kami akan bertahan lebih dalam,” sambung pria asal Jerman itu.

Andai diturunkan oleh pelatih Hans-Dieter Flick, ini akan menjadi Final Liga Champions pertama bagi Joshua Kimmich. Pria berusia 25 tahun itu mengakui, Liga Champions selalu terasa spesial, apalagi kini sudah berada di partai puncak.

“Ketika Anda bermain di level klub, tidak ada kebanggaan yang lebih tinggi dari ini. Saat kanak-kanak, Anda sangat bahagia ketika menonton Liga Champions. Lagu tema Liga Champions terasa sangat magis ketika Anda keluar lapangan,” kata Joshua Kimmich.

Kendati PSG diunggulkan karena bertabur bintang, Bayern Munich tidak boleh diremehkan. Apalagi, Die Roten sarat pengalaman di Final Liga Champions karena sudah 10 kali berlaga di partai puncak, termasuk pada 2019-2020.

Final Liga Champions kerap tidak ramah bagi klub-klub debutan seperti PSG. Namun, Bayern Munich juga punya catatan sedikit buruk terkait laga kontra tim debutan. Mereka sudah dua kali kalah dari Aston Villa pada 1981-1982 dan Chelsea pada 2011-2012.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini