Sevilla Juara Liga Eropa, Lopetegui Diliputi Perasaan Emosional

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 51 2265610 sevilla-juara-liga-eropa-lopetegui-diliputi-perasaan-emosional-NHYfkYKgT3.jpg Julen Lopetegui meluapkan kegembiraan (Foto: UEFA)

KOLN – Pelatih Sevilla, Julen Lopetegui, tak kuasa menahan emosi usai melihat anak asuhnya tampil sebagai kampiun Liga Eropa 2019-2020. Sebab, kerja keras yang ditunjukkan Los Nervionenses sepanjang musim ini berbuah satu raihan trofi.

Pertandingan Final Liga Eropa 2019-2020 di Stadion RheinEnergie, Koln, Jerman, itu berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Inter Milan sebetulnya mampu unggul lebih dulu pada menit lima lewat penalti Romelu Lukaku. Namun, Sevilla langsung membalas pada menit 12 berkat sundulan Luuk de Jong.

Pemain berusia 29 tahun itu sukses membawa timnya berbalik unggul 2-1 pada menit 33. Sayangnya, Nerazzurri mampu menyamakan skor tiga menit berselang. Gol ketiga akhirnya menjadi milik Sevilla pada menit 74 berkat tembakan salto Diego Carlos.

Baca juga: De Jong Bahagia Jadi Pahlawan Kemenangan Sevilla atas Inter Milan

Julen Lopetegui diangkat anak asuhnya ke udara (Foto: UEFA)

Selepas pertandingan, Julen Lopetegui terlihat berteriak dan memeluk stafnya sembari menangis. Ia mengaku diliputi emosi yang begitu kuat. Pria asal Spanyol itu sangat bahagia karena kerja kerasnya berbuah hasil manis.

“Emosi saya terlalu kuat karena kami bekerja sangat keras dan pantas untuk menang melawan tim sekelas Inter Milan. Kami sangat bahagia karena pekerjaaan luar biasa selama tiga bulan terakhir,” papar Julen Lopetegui, dikutip dari situs resmi UEFA, Sabtu (22/8/2020).

“Skuad ini luar biasa. Mereka sangat yakin. Bahkan jika kami tidak menjadi juara, saya akan tetap mencintai anak-anak ini. Kami selalu yakin dan tidak pernah menyerah seperti motto klub ini,” imbuh pria berusia 53 tahun tersebut.

Trofi Liga Eropa 2019-2020 menjadi kado yang manis bagi Julen Lopetegui yang akan berulang tahun ke-54 pada 28 Agustus mendatang. Ini juga menjadi trofi pertamanya sebagai pelatih. Emosi yang ditunjukkan Lopetegui terasa wajar jika berkaca pada perjalanan kariernya dua tahun terakhir.

Mantan penjaga gawang itu sempat berada di langit ketujuh ketika dipercaya memimpin Tim Nasional (Timnas) Spanyol pada Piala Dunia 2018. Sayangnya, ia dicepat hanya beberapa hari sebelum laga pertama karena dianggap sebagai pengkhianat.

Anggapan itu tidak terlepas dari kesepakatan antara Lopetegui dengan Real Madrid. Selepas Piala Dunia 2018, ia setuju untuk menanganii Los Blancos. Sayangnya, kesepakatan itu terjalin sebelum turnamen sehingga membuat Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) berang dan memecatnya.

Julen Lopetegui hanya bertahan selama tiga bulan saja di kursi pelatih Real Madrid. Sejumlah hasil buruk membuat manajemen memberhentikannya. Setelah menepi selama beberapa bulan, ia mengangguk setuju pada tawaran Sevilla dan sisanya adalah sejarah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini