Share

5 Pertukaran Pemain Terburuk dalam Sejarah Sepakbola, Nomor 1 Libatkan Juventus dan Inter

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 03 Juli 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 51 2240674 5-pertukaran-pemain-terburuk-dalam-sejarah-sepakbola-nomor-1-libatkan-juventus-dan-inter-E4XW0oPIOr.jpg Alexis Sanchez berkostum Inter Milan. (Foto/Inter Milan)

TRANSAKSI pertukaran pemain dalam sepakbola bisa terjadi dengan atau tanpa melibatkan uang. Umumnya, jika transaksi pertukaran uang sangat menguntungkan bagi klub yang tidak mempunyai sumber keuangan melimpah.

Namun, tidak semua transfer pertukaran pemain berakhir bahagia. Ada juga pertukaran pemain mengecewakan suporter. Baru-baru ini, dua klub sepakbola besar, Barcelona dan Juventus, menyetujui kesepakatan pertukaran pemain yang membuat fans Barcelona bingung.

Baca juga: 5 Rekor di Liga Inggris yang Bisa Dipecahkan Liverpool Musim Ini 

Baca juga: 5 Alasan Man City Bisa Rebut Mahkota Liga Inggris dari Liverpool

Kesepakatan melibatkan Arthur Melo dari Barcelona ke Juventus dan Miralem Pjanic dari Juventus ke Barcelona. Dalam kesepakatan itu, Barcelona membayar 60 juta euro (sekira Rp978 miliar) untuk Miralem Pjanic, yang berusia 30 tahun. Sedangkan Juventus membayar 72 juta euro (sekira Rp1,17 triliun) untuk mendatangkan Arthur yang berusia 23 tahun.

Berikut ini 5 pertukaran pemain terburuk dalam sejarah sepakbola:

5. Alexis Sanchez (Arsenal ke Manchester United) - Henrikh Mkhitaryan (Manchester United ke Arsenal)

Alexis Sanchez merupakan penyerang jempolan ketika berada di Arsenal. Ia memproduksi 80 gol dan memberikan 45 assist dalam 166 tampil di semua kompetisi.

Foto/Premier League

Pada Januari 2019, Manchester United menukar Sanchez dengan Henrikh Mkhitaryan. Publik Old Trafford berharap performa apik pemain Tim Nasional (Timnas) Cile tersebut akan cemerlang bersama skuad Setan Merah. Namun, permainan Sanchez malah membuat fans Man United kecewa.

Tampil sebanyak 45 kali, mantan pemain Barcelona itu hanya menorehkan 5 gol. Performanya yang buruk, membuat manajemen Man United meminjamkan Sanchez ke Inter Milan. Bagaimana dengan Mkhitaryan? Ia juga gagal bersama Arsenal dan kini tengah dipinjamkan ke AS Roma hingga akhir musim 2020-2021.

4. Ashley Cole (Arsenal ke Chelsea) - Wiliam Gallas (Chelsea ke Arsenal)

Pertukaran kedua pemain ini terjadi pada 2006. Kesepakatan kedua klub ketika itu dianggap wajar. Pasalnya, William Gallas sangat ingin meninggalkan Chelsea, bahkan ia mengancam akan menccetak gol bunuh diri agar bisa pindah.

Di sisi London lainnya, Ashley Cole sedang kesal dengan Arsenal. Ia merajuk karena tidak mendapatkan gaji yang besar meski performanya apik.

Foto/Arsenal

Chelsea dan Arsenal, dua klub yang berasal London akhirnya mencapai kesepakatan. Ternyata hanya Chelsea yang mendapatkan keuntungan dari pertukaran tersebut.

Ashley Cole membantu klub barunya meraih puncak tertinggi. Dia memenangkan Liga Inggris, Liga Champions dan Liga Eropa dan memenangkan empat gelar Piala FA bersama Chelsea.

Sementara karier Gallas menukik tajam. Pemain asal Prancis itu kerap bermasalah dengan rekan setimnya. Yang paling terkenal saat ia dan bertengkar dengan seniornya, Kolo Toure. Bahkan insiden itu membuat Toure pindah ke Manchester City.

3. Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan ke Barcelona) - Samuel Eto'o (Barcelona ke Inter Milan)

Samuel Eto'o sebelum 2009 adalah bagian penting dari skuad Barcelona yang baru saja mendominasi Eropa dan Spanyol. Ia membantu klubnya meraih gelar Liga Champions, Copa del Rey, La Liga Spanyol, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub.

Foto/LA Galaxy

Namun, Barcelona setuju menukar pemain asal Kamerun itu dengan Zlatan Ibrahimovic yang bermain untuk Inter Milan. Performa Eto’o di Inter tetap memukau. Ia memainkan peran penting saat klubnya meraih treble winner pada 2010. Mereka merebut mahkota Liga Chmapion, Liga Italia dan Coppa Italia.

Sementara Ibrahimovic terpuruk di Barcelona. Ia dilaporkan sering berselisih dengan pelatih Barca saat itu, Pep Guardiola. Ujungnya, pemain Timnas Swedia itu hengkang dari Cam Nou ke AC Milan pada 2011.

2. Francesco Coco (AC Milan ke Inter Milan) - Clarence Seedorf (Inter Milan ke AC Milan)

Siapa Francesco Coco? Sedangkan Seedorf, merupakan pemain yang membantu Real Madrid merebut dua gelar juara Liga Champions pada 1997-1998 dan 1999-2000. Pemain asal Belanda ini kemudian pindah ke Inter Milan.

Foto/AC Milan

Baru dua musim, Seedorf ditukar dengan Francesco Coco, yang diprediksi akan menggantikan peran Paolo Maldini.

Namun, kehebatan Francesco Coco hanyalah sebuag prediksi. Ia tenggelam dari pemberitaan karena performanya menurun. Sebaliknya, Seedorf menjadi pemain kunci saat AC Milan menjuarai Liga Champions 2002-2003 dan 2006-2007. Ia juga membantu klubnya juara Liga Italia musim 2003-2004 dan 2010-2011.

1. Fabio Cannavaro (Inter Milan ke Juventus) - Fabian Carini (Juventus ke Inter Milan)

Apa yang dipikirkan Inter Milan menukar Cannavaro dengan kiper cadangan? Meskipun Cannavaro sedang mengalami cedera, ia masih menjadi bek andalan. Usai ditukar pada 2004, Cannavaro memenangkan dua gelar Liga Italia A bersama Juventus. Namun, gelar tersebut dicabut karena kasus pengaturan skor.

Foto/Real Madrid

Sementara bagi Juventus, tak masalah menukar Carini. Dia tidak pernah bermain selama 4 tahun di Juventus. Bahkan pada saat pindah ke Inter, Carini hanya tampil empat pertandingan dalam tiga tahun. Ia kemudia dikirim ke klub kecil Spanyol, Real Murcia.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini