5 Alasan Man City Bisa Rebut Mahkota Liga Inggris dari Liverpool

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 45 2240110 5-alasan-man-city-bisa-rebut-mahkota-liga-inggris-dari-liverpool-VTevt4MS09.jpg Man City juara Liga Inggris 2018-2019. (Foto/Premier League)

MAHKOTA Liga Inggris Manchester City akhirnya direbut Liverpool setelah sempat berstatus sebagai juara selama dua musim. Man City menjuarai Liga Inggris dua musim berturut-turut yakni 2017-2018 dan 2018-2019.

Ironisnya, kepastian Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris 2019-2020 berkat kekalahan yang diterima Man City saat bertandang ke Stadion Stamford Bridge—kandang Chelsea. Tim asuhan Pep Guardiola itu kalah dengan skor 2-1, akibatnya poin The Reds sudah cukup untuk menjadi penguasa Liga Inggris musim ini.

Baca juga: Jelang Man City vs Liverpool, Guardiola Ngaku Kagumi Klopp 

Namun, Man City sudah dua kali berhasil mengembalikan mahkota Liga Inggris ke Stadion Etihad. Itu terjadi pada Liga Inggris 2013-2014 dan 2017-2018. Kala itu, David Silva dan kolega merebut takhta Liga Inggris dari Manchester United dan Chelsea.

Berikut 5 alasan mengapa Man City bisa merebut gelar Juara Liga Inggris dari Liverpool.

5. Fokus ke Liga Inggris

Man City dilarang tampil di kompetisi antarklub Eropa (Liga Champions atau Liga Eropa) selama dua musim lantaran terbukti melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) oleh UEFA. Namun, Man City mengajukan banding dan hasil akan diputuskan pada 13 Juli mendatang.

Foto/Premier League

Jika banding Man City ditolak, ini bisa menjadi keuntungan bagi Guardiola. Mereka akan fokus pada liga dan piala domestik.

Sedangkan bagi klub yang bermain di kompetisi antarklub Eropa akan mengalami jadwal padat. Apalagi, sejak pandemi virus corona membuat jadwal Liga Inggris semakin ketat. Hal ini menjadi keuntungan bagi Man City. Mereka bisa terus memainkan pemain terbaiknya untuk merebut gelar juara Liga Inggris 2020-2021.

4. Perkuat lini pertahanan

Pertahanan Man City kurang memuaskan dan tidak konsisten sepanjang musim ini. Mereka menderita 8 kekalahan di musim ini. Jika dibanding 2 musim lalu, The Citizen hanya mengalami kekalahan 4 kali.

Foto/Man City

Kualitas mantan kapten Man City, Vincent Kompany, sangat dirindukan, dan absennya Aymeric Laporte karena cedera membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Demi mengisi lini tengah pertahanan, Man City dirumorkan akan mendatangkan bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Jika berhasil didatangkan, duet Koulibaly- Laporte bisa menjadi bek tengah terbaik di Eropa, dan membantu Man City menjadi juara Liga Inggris lagi.

3. Kontribusi pemain muda

Guardiola sudah sering memainkan pemain muda, Phil Foden. Pemain berusia 20 tahun tersebut selalu bermain mengesankan meski pertandingan hanya tersisa 15 menit.

Guardiola memberikan tanggung jawab lebih banyak pada pemain muda, terutama di Liga Champions. Foden memainkan empat pertandingan di Liga Champions musim ini dan mencetak empat gol.

Foto/Twitter

Foden berpotensi bisa menggantikan peran David Silva, sebagai jenderal lapangan tengah. Silva dipastikan akan hijrah dari Man City ke klub di Timur Tengah kelar musim 2019-2020.

Selain Foden, Man City juga punya Eric Garcia. Mantan lulusan akademi Barcelona ini  memainkan peran penting saat Laporte cedera. Ia membantu timnya memenangkan 11 dari 12 pertandingan di semua kompetisi.

Banyak yang percaya bahwa pemain berusia 19 tahun itu akan menjadi bek tengah pilihan ketiga di Man City, sebagai pengganti Laporte dan bek tengah baru Man City mendatang.

2. Sejarah kebangkitan Guardiola

Ini bukan pertama kalinya Guardiola kehilangan gelar liga. Di Spanyol saat menukangi Barcelona, gelar juara Liga Spanyol berhasil direbut oleh Real Madrid pada musim 2011-2012. Ia kemudian pindah ke Bayern Munich pada 2013. 

Foto/La Liga Spanyol

Bersama Die Bayern, ia meraih 3 kali gelar juara Liga Jerman secara berturut-turut. Pelatih asal Spanyol tersebut kemudian pindah ke Man City pada 2016. Mahkota Liga Inggris saat itu dipegang Chelsea. Namun, semusim berikutnya, Guardiola membahwa mahkota Liga Inggris kembali ke Stadion Etihad.

1. Piala Afrika

Turnamen dua tahunan untuk menentukan yang terbaik di Afrika biasanya dimainkan pada bulan Januari dan Februari, tapi Federasi Sepakbola Afrika (CAF) memutuskan untuk mengubahnya ke bulan Juni dan Juli Piala Afrika 2019.

Foto/Liverpool

Namun, untuk Piala Afrika 2021 seharusnya diadakan pada Januari-Februari, kecuali ditunda karena pandemi Covid-19. Jika tidak  ditunda, klub Liga Inggris akan kehilangan bintang-bintang mereka asal Afrika untuk jangka waktu satu bulan.

Salah satu yang paling terdampak, Liverpool. Pasalnya penyerang andalan mereka, Sadio Mane dan Mohammed Salah akan pulang kampung untuk tugas negara. Salah akan bermain untuk Timnas Mesir, sedangkan Sane bermain untuk Timnas Senegal.

Hal tersebut bisa menjadi keuntungan bagi rival-rival Liverpool, termasuk Man City. Hanya saya, CAF sudah memutuskan Piala Afrika diundur ke 2022 karena pandemi virus corona.

1
5

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini