“Ya itulah, mau tidak mau harus adaptasi ke situ (bermain tanpa penonton). Jadi, yang menjadi pertimbangan utama dari kelanjutan liga ini nanti biar bagaimanapun adalah tetap kesehatan dan keselamatan,” ujar Ponaryo dalam wawancara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (21/6/2020).
“Kalau pun memang harus dilakukan tanpa penonton sekali pun, ya itu pilihan yang harus diambil bagaimana harus menyiasatinya. Memang akan ada dampak secara bisnis atau secara ekonomi yang bertanding, dengan semangat liga, tetapi memang itu syarat yang tidak bisa ditawar,” tukasnya.
(Ramdani Bur)