Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Rahmad Darmawan Jual Mobil untuk Operasi

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2020 |16:55 WIB
Cerita Rahmad Darmawan Jual Mobil untuk Operasi
Rahmad Darmawan. (Foto/Okezone/Heru Haryono)
A
A
A

JAKARTA – Rahmad Darmawan merupakan salah satu pelatih hebat yang dimiliki Indonesia. Semenjak turun sebagai pelatih profesional pada 2001, Rahmad Darmawan pernah membawa Persipura Jayapura dan Sriwjaya FC juara Liga Indonesia.

Namun, tidak banyak yang tahu, mantan prajurit Angkatan Laut (AL) ini pernah berkarier sebagai pemain pesepakbola. Bahkan, dia pernah menjual mobilnya untuk membiayai operasi karena mengalami cedera lutut saat menjadi pemain.

Coach RD – sapaan akrab Rahmad Darmawan– pernah menjadi anggota tim sepakbola kontingen Lampung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 1985 di Jakarta. Saat itu usianya baru 18 tahun. Dalam ajang nasional itu ia mencetak beberapa gol. Berkat kepiawannya, ia dilirik tim nasional (Timnas) untuk memperkuat timnas junior.

Foto/Okezone

Baca juga: Ini Penyebab Liga 1 2020 Tetap Menarik meski Degradasi Dihapuskan

Pada 1988, RD menembus Timnas senior Indonesia. Bahkan ,RD ikut tim yang dipersiapkan mentas di ajang Merdeka Games Malaysia. Ia juga mengikuti persiapan Timnas pra Piala Dunia 1990 di Jerman dan Belanda.

“Mulai enjoy sama Timnas, tapi kena musibah cedera lutut kanan. Harus istirahat selama 1 tahun. Jauh dari sepakbola,” ujar Rahmad dalam Channel Youtube Hamka Hamzah.

Ia mengisahkan dirinya harus menjual mobil demi bisa membiaya operasi lututnya. Padahal, saat itu PSSI ingin membiayai operasinya. RD yang bimbang akhirnya memutuskan mengobati lututnya yang cedera dengan pengobatan tradisional.

“Ketika saya sudah jual mobil untuk operasi, lalu bertemu dokter untuk meminta second opinion. Dokter mengatakan operasi atau tidak operasi, kamu sulit untuk bermain bola (lagi). Ada semcam... dorongan di hati saya, kalau dokter tidak yakin, apalagi saya. Saya putuskan tidak operasi kemudian berobat tradisonal lalu latihan sangat keras,” tutur pria 53 tahun ini.

Usai menjalani pengobatan tradisional, lutut kanannnya yang cedera kembali pulih. Namun, ia menyarankan kepada para pesepakbola profesional untuk tidak mengikuti langkahnya tersebut.

“Lutut kembali nomral tapi lutut ada perbedaan karena tidak ada jaringan pengikat ideal. Memang harusnya operasi, jangan ikuti saya. Harusnya operasi saja,” tegasnya sembari becanda.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement