Valencia Kecam Pengakuan Terlambat Gasperini soal Terinfeksi Covid-19

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 08:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 01 261 2222638 valencia-kecam-pengakuan-terlambat-gasperini-soal-terinfeksi-covid-19-jhIHnkTuJF.jpg Valencia disingkirkan Atalanta dengan agregat 8-4 (Foto: UEFA)

VALENCIA – Pernyataan mengejutkan meluncur dari mulut Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini. Pria berkebangsaan Italia itu mengaku terpapar virus Covid-19 ketika mendampingi anak asuhnya di laga kontra Valencia pada 11 Maret 2020 dini hari WIB. Pihak lawan lantas menuding pelatih berusia 62 tahun itu sudah membahayakan nyawa banyak orang.

Dalam wawancara dengan media Italia, La Gazzetta dello Sport, Gian Piero Gasperini mengaku merasa kurang enak badan semalam sebelum pertandingan. Mantan juru taktik Inter Milan menduga dirinya mengalami gejala mirip Covid-19. Saat itu, Gasperini tidak mengalami demam sehingga tidak perlu mengikuti tes virus Corona.

Baca juga: Pelatih Atalanta Akui Terinfeksi Covid-19 saat Lawan Valencia di Liga Champions

Perayaan skuad Atalanta di ruang ganti (Foto: Atalanta)

Fakta mengejutkan itu baru terungkap setelah dirinya menjalani tes darah 10 hari lalu. Gian Piero Gasperini dinyatakan memiliki antibodi terhadap Covid-19 sehingga pulih dari virus mematikan itu. Tentu saja pengakuan itu langsung dikecam pihak Valencia.

Lewat pernyataan resminya, pihak Los Che terkejut dengan komentar Gian Piero Gasperini tentang kondisi kesehatan sebelum dan selama laga. Valencia jelas kecewa karena sang allenatore tidak mengambil langkah pencegahan demi memutus penyebaran Covid-19.

“Valencia secara terbuka menyatakan terkejut dengan komentar dari Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini, yakni pelatih dari tim lawan kami ternyata sadar memiliki gejala yang secara teori mirip virus Corona, tetapi tidak mengambil langkah pencegahan,” bunyi pernyataan resmi Valencia, dikutip dari Football Italia, Senin (1/6/2020).

“Tindakan tersebut, jika benar adanya, sudah membahayakan banyak orang selama perjalanan ke dan menetap di Valencia. Kita harus ingat pertandingan itu digelar tanpa penonton sesuai saran otoritas kesehatan Spanyol karena kami melawan tim yang berasal dari daerah yang dinyatakan zona merah saat itu,” tutup pernyataan tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini