Rivalitas dengan Henry Jadi Faktor di Balik Ketajaman Nistelrooy Bersama Man United

Ezha Herdanu, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 25 45 2188625 rivalitas-dengan-henry-jadi-faktor-di-balik-ketajaman-nistlerooy-bersama-man-united-9dFgnKBVsg.jpg Ruud van Nistelrooy (Foto: bleacherreport)

LONDON – Legenda Manchester United, Gary Neville, membeberkan sebuah fakta di balik rivalitas tinggi yang terjadi antara Ruud Van Nistelrooy dengan Thierry Henry di masa lampau. Bahkan, Neville mengakui Nistelrooy berhasil jadi mesin gol Man United lantaran adanya peran Henry.

Sebagaimana diketahui, beberapa tahun lalu sebelum adanya persaingan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, para pecinta sepakbola khususnya Liga Inggris dimanjakan oleh persaingan ketat antara Nistelrooy dengan Henry.

Thierry Henry

Nistelrooy yang memperkuat Man United dan Henry yang berseragam Arsenal acap kali bersaing untuk bisa menempatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Inggris dalam beberapa musim. Keduanya pun tak jarang menciptkan rekor-rekor individu yang cukup sulit dipecahkan.

Baca Juga: Coutinho Diperebutkan Empat Klub Besar Inggris

Neville yang menjadi bagian dalam skuad Man United ketika rivalitas Nistelrooy dan Henry berlangsung pun coba bercerita soal persaingan tersebut. Neville tak menampik bahwa Nistelrooy bisa jadi salah satu penyerang terbaik di dunia, karena memiliki keinginan besar untuk tak kalah dari rivalnya itu.

“Selama bertahun-tahun ada rivalitas di antara para pemain terbaik. Mereka membutuhkan rivalitas itu untuk mendorong satu sama lain. Suatu ketika, Ruud van Nistelrooy masuk ke ruang ganti kami setelah pertandingan,” ungkap Neville, seperti disadur dari Sky Sports, Rabu (25/3/2020).

“Pada saat itu kami tengah mencoba memenangkan Liga Inggris, dan kami mengalahkan sebuah tim dengan skor 3-1 atau 4-1 dan ia mencetak satu gol pada saat itu. Saat itu ia langsung menyetel TV lalu menggeleng-gelengkan kepalanya,” lanjutnya.

Baca Juga: Man United Rela Lepas Smalling ke Roma jika Dapatkan Koulibaly

“Ternyata setelah beberapa saat, kami baru menyadari bahwa Ruud merasa sangat kesal karena hanya mencetak satu gol sementara di pertandingan lain Henry mendapatkan dua gol. Pada saat itu Anda bisa melihat dengan jelas ia merasa kecewa.”

“Saya merasa bahwa orang ini cukup gila, karena kami menang 3-1, dan ia mencetak gol yang sangat bagus dan juga membuat assist untuk pemain lain, namun ia merasa kecewa kalah dari Henry,” tutup pria berusia 45 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini