REAL Madrid harus rela berbagi poin dengan Club Brugge kala berhadapan di matchday kedua Grup A Liga Champions 2019-2020. Sebab, laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada Selasa 1 Oktober 2019 malam WIB itu berakhir imbang 2-2.
Hasil ini tentu saja membuat Madrid kecewa. Sebab, mereka belum menuai satu pun kemenangan di pentas Liga Champions 2019-2020. Pada matchday perdana Grup A, Madrid harus menelan kekalahan di markas Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor telak 0-3.
Tetapi bagi Brugge, hasil ini cukup memuaskan. Sebab, tim yang tampil di Liga Champions setelah lolos babak play-off itu menyadari laga yang digelar di markas Madrid tidak akan berjalan mudah. Namun nyatanya, mereka tetap berhasil memetik poin bahkan dapat mendominasi di awal laga.
Ada beberapa faktor yang disebut melatarbelakangi hasil imbang ini. Kali ini, Okezone pun akan membahas beberapa faktor tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Rabu (2/10/2019), berikut tiga alasan Madrid ditahan Brugge 2-2.
3. Penampilan Minor Thibaut Courtois
Penjaga gawang Madrid, Thibaut Courtois, dinilai turut ambil andil atas terciptanya hasil imbang pada laga kontra Brugge. Penampilan yang kurang optimal darinya telah membuahkan dua gol untuk Brugge di babak pertama. Kiper asal Belgia itu pun dianggap bersalah atas bersarangnya bola ke gawang Madrid. Terlebih untuk gol kedua yang tercipta dengan proses yang cukup unik.

Saat itu, penyerang Brugge, Percy Tau, melepas umpan silang yang ditujukan kepada Emmanuel Bonaventure Dennis di kotak penalti Madrid. Dennis yang tak terkawal idealnya dapat langsung melepaskan sepakan keras ke gawang Madrid. Namun, bola justru ditahan terlebih dahulu di kaki kanannya. Saat ingin menahan, bola justru memantul ke kaki kiri Dennis dan tertendang ke gawang Madrid.
Courtois yang saat itu terpeleset pun tak bisa menghalau bola yang melaju pelan tersebut. Atas penampilannya yang mengecewakan tersebut, sang pelatih Zinedine Zidane pun memutuskan untuk menarik keluar Courtois dan menggantinya dengan Alphonse Areola.