MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, tidak heran mengapa dukungan suporter kepada The Citizens di Liga Champions tidak sebesar ketika mereka tampil di Liga Inggris. Guardiola paham karena DNA Liga Champions belum terlalu kental di skuad Man City, mengingat dulunya Manchester Biru jarang tampil di kompetisi antarklub Eropa paling elite tersebut.
Sebelum diambil alih Sheikh Mansour pada 2008, Man City bisa dibilang hanyalah tim papan tengah Inggris. Akan tetapi, berkat kekuatan uang taipan asal Uni Emirat Arab itu, skuad Man City menjadi kuat berkat kehadiran pemain-pemain bintang.

Alhasil, mereka mulai merajai kompetisi domestik dan dalam sembilan musim terakhir, mereka konsisten tampil di Fase Grup Liga Champions. Hanya saja, sembilan musim merupakan waktu yang masih terhitung pendek.
BACA JUGA: Jadwal Matchday Kedua Fase Grup Liga Champions 2019-2020, Rabu 2 Oktober
Sebelum Man City dibeli oleh Sheikh Mansour, suporter Manchester Biru juga sering menyaksikan laga-laga Liga Champions. Berhubung tidak bisa menyaksikan aksi Man City imbas ketidaklolosan tim kesayangan mereka di ajang tersebut, para suporter biasanya menonton wakil-wakil Inggris lain di Liga Champions, semisal Liverpool dan Manchester United.