nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miris hingga Membanggakan, Ini 7 Fakta Laga Arema vs Persebaya

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 13:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 49 2092711 miris-hingga-membanggakan-ini-7-fakta-laga-arema-vs-persebaya-6eK5yvPTND.jpg Skuad Persebaya Surabaya datang ke Stadion Kanjuruhan dengan rantis (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG - Laga Derby Jawa Timur pada lanjutan Liga 1 2019 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya telah berakhir dengan kemenangan telak bagi Singo Edan 4-0. Dari pertandingan tersebut memunculkan sejumlah fakta menarik di luar dan dalam lapangan.

1. Tim Persebaya Datang pada Malam Hari

Faktor keamanan menjadi sangat riskan di laga bertensi yang mempertemukan kedua tim, rivalitas suporter membuat tim Persebaya memutuskan bepergian dengan 'aman' ke Malang.

Ruben Sanadi cs memilih untuk berangkat ke Malang pada Rabu malam dari Surabaya menuju hotel tempat penginapan tanpa melakukan sesi latihan resmi.

Baca juga: Menang Telak Lawan Persebaya, Pelatih Arema FC: Ini Pertandingan Paling Sulit

Laga Arema FC vs Persebaya bertensi tinggi (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Bahkan skuad Bajul Ijo baru tiba di Malang sekira pukul 22.00 WIB Rabu malam 14 Agustus 2019 dengan kawalan ketat aparat kepolisian dari Brimob Polda Jawa Timur.

Ketua Panpel Arema FC Abdul Harris membenarkan hal itu namun dirinya tak mau berkomentar banyak dan menghormati keputusan tim tamu.

"Kita no comment itu, kita hormati keputusan tim tamu. Kita hanya memberi jamuan terbaik di semua tim yang ke Malang," ujar Harris sehari sebelum pertandingan.

2. 1.749 Personel Dikerahkan Amankan Laga

Tensi tinggi inilah yang membuat kepolisian dan sejumlah aparat lainnya terus berkordinasi. Bahkan polisi mengerahkan jumlah personel yang cukup banyak mencapai 1.749 personel.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan mengingat laga lawan Persebaya berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, kepolisian menerjunkan kekuatan penuh.

"Kalau laga biasa biasanya kita terjunkan 600 - 700 personel, lawan Persib kemarin sekitar 1.700 personel, dan lawan Persebaya ini sekitar 1.700-an personel gabungan dikerahkan," beber Yade Setiawan Ujung.

Ribuan personel keamanan dikerahkan (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

3. Mengubah Jam Pertandingan ke Sore Hari

Sedianya berdasarkan jadwal dari operator liga, laga super bigmatch Arema FC vs Persebaya dimainkan pada malam hari pukul 18.30 WIB. Namun karena faktor keamanan dan rekomendasi kepolisian akhirnya dimajukan pukul 15.30 WIB.

"Memang pertandingan lawan Persebaya dimajukan sore hari, selain faktor keamanan dan izin kepolisian, stadion juga digunakan untuk upacara agustusan," ungkap Abdul Harris usai laga tunda melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu.

4. Skuad Persebaya Naik 4 Unit Barracuda ke Stadion

Faktor keamanan pulalah yang menyebabkan Panpel Arema telah menyiapkan kendaraan taktis untuk mengangkut skuad Persebaya menuju Stadion Kanjuruhan.

Sebanyak 4 unit kendaraan taktis barracuda milik Brimob Polda Jawa Timur digunakan mengangkut tim Bajul Ijo. Tak cukup di situ, belasan sepeda motor dari polisi dan sejumlah kendaraan roda empat dari polisi menyertai langkah Ruben Sanadi cs.

5. Diwarnai Insiden Salah Sasaran

Rivalitas Aremania dan Bonek, dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan perbuatan tak bertanggung jawab.

Akibatnya sejumlah penonton mengalami luka-luka akibat dikeroyok suporter lainnya lantaran diteriaki 'Bonek' oleh sesama suporter Arema lainnya.

Suporter Arema FC jadi korban salah pukul (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Bahkan seorang suporter asal Dampit mengaku ia dikeroyok oleh penonton setelah memergoki handphone dicopet seseorang. Naas saat ketahuan sang copet justru meneriaki pria yang mengenakan atribut Arema lengkap ini sebagai Bonek.

"Ini salah sasaran, saya lho Aremania nyel, asli Dampit. Tadi saya itu kecopetan, eh sama copetnya karena ketahuan nyopet diteriaki Bonek. Akhirnya begini," tutur seorang korban yang enggan memberikan namanya tersebut.

Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris tak menampik kejadian tersebut, menurutnya korban tersebut merupakan petugas kebersihan Polsek Tirtoyudo asal Dampit. Selain seorang Aremania asal Dampit, ada dua Aremania lainnya asal Tulungagung yang dikeroyok lantaran memiliki logat bicara seperti orang Surabaya.

6. Peran Muhammad Nasir di Bek Kiri

Muhammad Nasir pemain muda asal Tuban ini semula berposisi sebagai winger kiri, namun oleh pelatih Arema FC Milomir Seslija ia dimainkan pada posisi yang tak 'wajar'.

Seperti halnya di laga melawan Kalteng Putra, Nasir dimainkan di posisi bek kiri. Penempatan posisi ini lantaran bek kiri Singo Edan, Johan Ahmat Farizi masih belum fit dari cedera, sedangkan Alfin Tuasalamony pun masih menderita cedera.

Menurut Milo-sapaan akrab Milomir Seslija, pemain berusia 23 tahun ini mempunyai kaki kiri yang kuat dengan kecepatan pada kemampuan bertahan dan menyerang yang baik

"Kita lihat tadi, saya kira nasir bermain bagus dan kita lihat dia bermain pintar tadi, tapi masih butuh waktu. Semua pemain muda Arema itu berlian dan menjadi aset di masa depan," ujar pelatih berusia 55 tahun ini, seusai pertandingan.

 Laga sengaja dipindah ke sore hari (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

7. Rekor 20 Tahun Tak Pernah Menang Persebaya di Malang

Kekalahan telak 4-0 atas Arema FC, membuat catatan statistik Persebaya yang tak pernah selama 20 tahun di Malang kian bertambah. Terakhir kali tim kebanggaan warga Surabaya ini mampu menahan imbang tuan rumah pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 1998 dengan skor 0-0.

Caretaker Persebaya Bejo Sugiantoro mengakui catatan tak pernah menang saat bermain di Malang sudah terjadi sejak zamannya masih menjadi pemain di Persebaya.

"Saya (awalnya) bertekad merubah sejarah itu, makanya mau tidak mau saya (kemarin) ingin menang di sini, tapi yang didapat hasilnya berbeda," ungkap Bejo Sugiantoro.

1
4

Berita Terkait

Liga 1 2019

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini