Agoes juga menyayangkan adanya salah seorang Panpel lokal yang terekam kamera saat sedang berlangsung siaran langsung seakan memprovokasi Aremania.
"Ini membuat suasana makin menyudutkan Aremania dan membuat jatuh korban dan berpengaruh terhadap psikis pemain tamu dan Aremania. Itu bukti bahwa Panpel tak bisa mengendalikan keadaan," tuturnya.
Berbagai pertimbangan inilah yang membuat pihak Arema FC bersiap untuk mengajukan banding untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan obyektif.
"Ini semata untuk menegakkan regulasi dan hukum sepakbola setegak - tegaknya agar sepakbola Indonesia bermartabat dan berkualitas," pungkasnya.
(Fetra Hariandja)