"Bayangkan Aremania seminggu sebelum berangkat ke Sleman sudah kordinasi dengan manajemen, juga panpel terkait keberangkatan keamanan dan soal tiket. Meskipun Ramadhan mereka bergembira menyambut bergulirnya Liga 1 dan datang dengan satu tujuan memeriahkan pembukaan dan mndukung timnya," imbuhnya.
Namun sambutan yang ramah dan baik pada awalnya, justru dinilai Agoes berubah menjadi sambutan yang provokatif.
"Panpel tidak mampu mengantisipasi gangguan keamanan mulai dari area parkir, lorong pintu masuk sampai tribun biru dimana Aremania ditempatkan," jelasnya.
Agoes menambahkan akibat ulah provokator ini, berdasarkan laporan beberapa media dan fakta yang ditemukan di lapangan menjadikan Panpel tak mampu menguasai keadaan.
"Bahkan banyak jatuh korban dari Aremania yang semestinya sebagai tamu wajib dilindungi dan mendapatkan perlindungan. Apalagi, ajakan Walikota Sleman agar fans tuan rumah menghentikan tindakan kekerasan kepada fans tim tamu tidak diindahkan," bebernya.