nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dijatuhi Sanksi Komdis PSSI, Arema FC Siap Ajukan Banding

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 06:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 21 49 2058256 dijatuhi-sanksi-komdis-pssi-arema-fc-siap-ajukan-banding-6oiFQMJ7lY.jpg Arema FC (Foto: Twitter/Arema)

MALANG - Pasca kerusuhan di laga pembuka Liga 1 musim 2019 antara PSS vs Arema FC yang berlangsung Rabu 14 Mei 2019, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap kedua klub. Arema FC sendiri yang menjadi tim tamu disanksi hukuman denda Rp 75 juta.

CEO Arema FC Ir Agoes Soerjanto pun berang terhadap pemberian denda dari Komdis PSSI kepada Singo Edan - julukan Arema FC ini.

Menurutnya, seharusnya justru Panitia Penyelenggara (Panpel) tuan rumah PSS Sleman yang mendapatkan sanksi lebih berat karena melanggar pasal utama tentang regulasi Liga 1 2019 yakni tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada tim dan fans tamu.

"Jangankan tim tamu. Saat laga pembuka juga terdapat undangan penting seperti kepala daerah setempat, pimpinan daerah lainnya serta petinggi PSSI dan LIB, apalagi ini laga pembuka Panpel tentunya sudah harus mempersiapkan jauh lebih baik dari laga biasa. Faktanya justru timbul ricuh karena ketidaksiapan panpel. Jika tidak siap sejak awal ajukan penundaan," ujar Agoes Soerjanto.

Saat pertama kali pertemuan antara pihak Arema, Panpel dan suporter tim tuan rumah disepakati kuota 2 ribu penonton bagi Aremania.

"Bayangkan Aremania seminggu sebelum berangkat ke Sleman sudah kordinasi dengan manajemen, juga panpel terkait keberangkatan keamanan dan soal tiket. Meskipun Ramadhan mereka bergembira menyambut bergulirnya Liga 1 dan datang dengan satu tujuan memeriahkan pembukaan dan mndukung timnya," imbuhnya.

Namun sambutan yang ramah dan baik pada awalnya, justru dinilai Agoes berubah menjadi sambutan yang provokatif.

"Panpel tidak mampu mengantisipasi gangguan keamanan mulai dari area parkir, lorong pintu masuk sampai tribun biru dimana Aremania ditempatkan," jelasnya.

Agoes menambahkan akibat ulah provokator ini, berdasarkan laporan beberapa media dan fakta yang ditemukan di lapangan menjadikan Panpel tak mampu menguasai keadaan.

"Bahkan banyak jatuh korban dari Aremania yang semestinya sebagai tamu wajib dilindungi dan mendapatkan perlindungan. Apalagi, ajakan Walikota Sleman agar fans tuan rumah menghentikan tindakan kekerasan kepada fans tim tamu tidak diindahkan," bebernya.

Agoes juga menyayangkan adanya salah seorang Panpel lokal yang terekam kamera saat sedang berlangsung siaran langsung seakan memprovokasi Aremania.

"Ini membuat suasana makin menyudutkan Aremania dan membuat jatuh korban dan berpengaruh terhadap psikis pemain tamu dan Aremania. Itu bukti bahwa Panpel tak bisa mengendalikan keadaan," tuturnya.

Berbagai pertimbangan inilah yang membuat pihak Arema FC bersiap untuk mengajukan banding untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan obyektif.

"Ini semata untuk menegakkan regulasi dan hukum sepakbola setegak - tegaknya agar sepakbola Indonesia bermartabat dan berkualitas," pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini