Share

Mourinho Maklum Pochettino Menangis usai Laga Ajax vs Spurs

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 09 261 2053533 mourinho-maklum-pochettino-menangis-usai-laga-ajax-vs-spurs-6cVjqk0oxt.jpg Mauricio Pochettino menangis saat memberikan keterangan pers (Foto: Bearded Genius/Twitter)

AMSTERDAM – Mantan pelatih yang kini menjadi pandit sepakbola, Jose Mourinho, memaklumi sisi emosional Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, yang menangis pada pernyataan pers usai laga. Menurut Mou, tangis haru yang pecah tersebut adalah sebuah kewajaran.

Seperti diberitakan, Mauricio Pochettino menangis saat melayani permintaan wawancara usai pertandingan leg kedua Semifinal Liga Champions 2018-2019 kontra Ajax Amsterdam. Sebab, dirinya tak kuasa menahan emosi usai mengantarkan Spurs lolos ke Final Liga Champions 2018-2019.

Jose Mourinho mengatakan, emosi tersebut adalah bukti betapa sebuah pertandingan sangat berarti bagi seorang pelatih. Pria asal Portugal itu lantas menyampaikan simpati kepada koleganya yang berasal dari Argentina tersebut.

Mauricio Pochettino (Foto: UEFA)

(Baca juga: Tangis Haru Pochettino Usai Antarkan Spurs ke Final Liga Champions 2018-2019)

“Terkadang orang-orang tidak tahu apa yang dirasakan pelatih. Mereka tidak tahu betapa berarti pertandingan itu buat kami dan orang-orang yang mencintai kami. Terkadang penggemar sepakbola berpikir mereka lebih peduli dibandingkan kami,” ujar Jose Mourinho, mengutip dari Express, Kamis (9/5/2019).

“Mereka tidak tahu apa yang ada di balik layar. Normalnya kami adalah orang-orang yang kesepian di sepakbola. Dia (Pochettino) berpikir soal keluarganya, orang-orang yang dicintainya, dan orang-orang yang mencintainya. Menurut saya sangat normal dia menangis. Itu cara yang indah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa kemenangan dan kekalahan sangat berarti buat pelatih,” imbuh pria berusia 56 tahun itu.

Jose Mourinho

Dalam pernyataannya, Mauricio Pochettino menyebut amat sulit untuk merasakan emosi seperti itu jika bukan karena sepakbola. Pria berusia 47 tahun itu lantas mempersembahkan kemenangan itu kepada keluarganya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini