Solskjaer Sebut Rashford sebagai Seorang Prajurit

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 21:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 45 2022728 solskjaer-sebut-rashford-sebagai-seorang-prajurit-d48QXiVmOj.jpg Marcus Rashford (Foto: Twitter/@ManUtd)

MANCHESTER Manchester United mampu mengamankan satu poin saat menjamu Liverpool di Old Trafford dalam laga lanjutan pekan 27 Liga Inggris 2018-2019 pada Minggu 24 Februari 2019. Pertandingan berjalan dengan ketat karena permainan terbuka dari kedua tim. Namun, tak ada gol yang tercipta pada pertandingan itu sehingga skor kacamata tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Kendati gagal memetik tiga poin dari Liverpool, Pelatih Man United, Ole Gunnar Solskjaer, tetap merasa puas. Pelatih berpaspor Norwegia itu bahkan memuji salah satu pemain asuhannya yakni Marcus Rashford.

Marcus Rashford (Foto: Twitter/@ManUtd)

Solskjaer tak ragu untuk menyebut Rashford tampil layaknya prajurit pada pertandingan itu. Sebab, Rashford tetap menyelesaikan pertandingan meskipun dalam kondisi cedera. Rashford tak ditarik keluar oleh Solskjaer karena Man United telah melakukan tiga pergantian pemain pada babak pertama.

BACA JUGA: Lukaku: Man United Bisa Tangani Situasi Apa pun

Rashford tetap bertahan di lapangan dan mampu memberikan kontribusi positif untuk Man United hingga pertandingan selesai. Perjuangan Rashford itu merupakan salah satu faktor keberhasilan Man United mengamankan satu poin pada pertandingan kontra Liverpool.

Marcus Rashford (Foto: AFP)

“Marcus (Rashford) adalah seorang pejuang dan dia adalah orang yang tahu apa arti permainan ini. Kami harus mempertahankannya karena telah membuat tiga pergantian pemain,” ujar Solskjaer, seperti yang dilansir laman resmi Man United, Senin (25/2/2019).

“Mungkin itu rencana mereka (Liverpool) untuk melanggarnya sejak menit pertama. Jika itu bukan akumulasi pelanggaran saya tidak tahu. Akan tetapi, dia tetap bertahan. Pergelangan kakinya bengkak seperti balon, jadi itu adalah sikap yang fantastis olehnya. Dia marah, karena banyak pelanggaran, mereka tidak mengenalnya,” tutup pelatih berpaspor Norwegia itu.

(Bad)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini