“Sebagai pemain, dia cukup lengkap. Dia mudah beradaptasi, bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik, tenang dan nyaman saat memegang bola, serta bagus dalam kondisi satu melawan satu. Saya ingat pertandingan melawan Juventus di Turin pada bulan November 2018 ketika ia bermain sangat baik melawan Cristiano Ronaldo,” ujar Andersson, mengutip dari Dailystar, Kamis (31/1/2019).

“Dia memiliki potensi di dalam dirinya tetapi, sebagai bek Anda harus bermain secara reguler, memiliki kepercayaan dari pelatih Anda dan pasangan tetap. Akan tetapi, karena cedera dan banyak perubahan di lini belakang di United, itu tidak mudah baginya. Di tahun pertamanya Anda bisa melihat dampak dari semua itu pada kepercayaan dirinya," tukas Andersson.
(Fetra Hariandja)