Saat berbincang dengan wartawan, raut kesedihan masih terlihat di wajah pemain berjuluk 'Lord Atep' itu. Sesekali, matanya pun terlihat berkaca-kaca dan ia harus menarik napas panjang. Kini, ia akan membawa kebanggaan dalam hatinya. Sebab, ia turut menjadi bagian penting dalam kejayaan Persib, terutama saat menjuarai ISL 2014 dan Piala Presiden 2015.
"Momen yang paling tidak bisa saya lupakan adalah ketika mimpi saya ke Persib ingin membawa trofi, dan itu berhasil tahun 2014. Itu momen pasti yang akan diingat abadi oleh saya," tutur Atep.
Raihan gelar juara itu setidaknya membuat rasa penasaran Atep sirna. Sebab, saat ia bersama Persib, tim mampu berprestasi. Apalagi, saat meraih gelar juara ia berstatus sebagai kapten tim.
"Saya tidak terlalu bersedih karena saya sudah memberikan (seluruh kemampuan terbaik). Walaupun sedih, tapi artinya tidak terlalu penasaran karena saya sudah memberikan sesuatu untuk Persib," jelasnya.

Meski begitu, ada hal mengganjal yang dirasakannya, yaitu perjalanan tim musim lalu. Sempat diambang juara, tapi Persib tergelincir dan hanya bisa finis di posisi keempat di akhir klasemen Liga 1 2018.